Covid-19 Menggila di China, Ini Risiko yang Harus Diwaspadai

Erta Darwati
Erta Darwati Jum'at, 30 Desember 2022 10:27 WIB
Covid-19 Menggila di China, Ini Risiko yang Harus Diwaspadai

Pemerintah Kota Beijing mendorong perusahaan untuk merekrut lebih banyak kurir sembari memperluas \"daftar putih\" kurir dari 5.000 menjadi 40.000 orang selama dua pekan terakhir, di tengah upaya pengendalian Covid-19 di China./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA - Pakar kesehatan memperingatkan bahwa ledakan kasus Covid-19 di China di saat kebijakan nol-Covid dicabut, berpotensi menjadi tempat berkembang biak munculnya varian baru.

Adapun China mengumumkan pada Minggu (25/12/2022) bahwa pelancong yang masuk ke negara itu tidak diharuskan lagi melakukan karantina mulai 8 Januari 2023.

Sedangkan, Komisi Kesehatan Nasional negara itu telah berhenti mengeluarkan angka kasus harian Covid-19, seperti dilansir dari CNA, Kamis (29/12/2022).

BACA JUGA : Covid-19 Meningkat di Beijing, Ini yang Disiapkan Pemerintah 

Pejabat di beberapa kota di China memperkirakan ratusan ribu orang telah terinfeksi Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Rumah sakit telah kewalahan mengurusi pasien Covid-19 di seluruh negeri.

Lebih lanjut, pakar kesehatan mengungkap bahwa virus sekarang dapat beredar di antara hampir seperlima populasi dunia.

Lalu, hampir semua populasi tersebut tidak memiliki kekebalan dari infeksi sebelumnya, serta banyak di antaranya tetap tidak divaksinasi. Negara dan pakar lain khawatir China akan menjadi lahan subur bagi varian baru.

Direktur Institut Kesehatan Global di Universitas Jenewa, Antoine Flahault mengatakan bahwa setiap infeksi baru meningkatkan kemungkinan virus akan bermutasi.

“Fakta bahwa 1,4 miliar orang tiba-tiba terpapar SARS-CoV-2 jelas menciptakan kondisi yang rawan munculnya varian baru,” kata Flahault.

Selain itu, seorang profesor virologi di Universitas Lyon Prancis, Bruno Lina mengatakan pada pekan ini bahwa China dapat menjadi tempat berkembang biak yang potensial bagi virus.

BACA JUGA : Pandemi Covid-19 di China Kekinian: Jutaan Orang Positif 

Lebih lanjut, ilmuwan Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, Soumya Swaminathan mengatakan bahwa sebagian besar penduduk China rentan terhadap infeksi karena banyak orang lanjut usia belum divaksinasi.

"Kita perlu terus mencermati setiap varian yang muncul," kata Swaminathan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online