Advertisement
Indonesia Siap Borong Alutsista dari AS
Aksi pesawat tempur F 16 saat yang mengeluarkan flare ketika meramaikan Adisutjipto Urban Obstacle Run 2018 di Komplek Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Sleman, Minggu (4/3/2018). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah siap memborong alat utama sistem persenjataan atau alutsista dan pesawat dari Amerika Serikat (AS), sebagai bagian dari paket kesepakatan dagang komprehensif yang tengah dirundingkan kedua negara.
BACA JUGA: Fadli Zon Dikritik Bawa Keris saat Kirab 1 Sura
Advertisement
Dilansir dari Bloomberg, Jumat (4/7/2025), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan komitmen Indonesia untuk menyeimbangkan neraca perdagangan dengan AS. Pada tahun lalu, USTR mencatat defisit defisit perdagangan barang AS dengan Indonesia mencapai US$17,9 miliar.
Oleh sebab itu, Indonesia akan melakukan impor sejumlah barang dari AS. Upaya tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan ancaman tarif sebesar 32% yang akan diberlakukan AS, dengan target memperoleh tarif yang lebih rendah dibandingkan Vietnam yang sebelumnya mendapatkan tarif 20%.
Misalnya, PT Garuda Indonesia tengah menjajaki potensi kerja sama baru, termasuk pembelian pesawat dan layanan perawatan. Pada sektor pertahanan, Airlangga mengungkapkan pemerintah membuka peluang untuk memperluas pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari AS.
“Ini untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik,” ungkapnya dalam pernyataan resmi.
Selain itu, sambung Airlangga, Indonesia juga akan meningkatkan impor gas dan produk pertanian dari AS untuk memperkuat ketahanan energi dan pangan.
Pemerintah turut menjanjikan perlakuan yang lebih adil bagi perusahaan AS, melalui pelonggaran aturan kandungan lokal, peningkatan perlindungan hak kekayaan intelektual, dan membuka akses ke Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) bagi penyedia asal AS.
Dari sektor mineral kritis, pemerintah berencana memberikan akses prioritas bagi pembeli asal AS, memperketat pengawasan kepemilikan asing di rantai pasok, serta menjalin kerja sama untuk menjamin keamanan dan transparansi pasokan bagi industri utama AS.
Langkah itu dinilai akan memudahkan perusahaan AS menghindari ketergantungan pada perusahaan logam yang terafiliasi dengan China, mengingat Indonesia merupakan pemilik cadangan nikel terbesar di dunia.
Indonesia juga berkomitmen untuk menerapkan tarif mendekati nol terhadap lebih dari 1.700 komoditas asal AS, atau sekitar 70% dari total impor negeri Paman Sam. Airlangga mengungkapkan itu mencakup sektor-sektor utama yang diminta AS seperti elektronik, mesin, kimia, kesehatan, baja, pertanian, dan otomotif.
“Pesannya jelas, Indonesia ingin membangun hubungan ekonomi yang seimbang dan berorientasi ke depan, dengan manfaat nyata bagi dunia usaha dan pekerja di kedua negara,” jelasnya.
Meski demikian, Airlangga menegaskan pemerintah masih menunggu keputusan final dari Washington.
Dari sisi pasar, rupiah tercatat stabil di Rp16.180 per dolar AS, sementara IHSG bergerak melemah 0,2% pada penutup pasar Jumat (4/7/2025). Menurut analis Credit Agricole Hong Kong Jeffrey Zhang, pelaku pasar masih mencermati dampak akhir dari kesepakatan ini terhadap daya saing ekspor Indonesia. “Pasar akan melihat hasil akhirnya, terutama untuk membandingkan tarif final antarnegara,” ujar Jeffrey.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Uji Coba Malioboro Full Pedestrian, Pedagang Tetap Bisa Melintas
Advertisement
Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global
Advertisement
Berita Populer
- Raperda Perfilman Jadi Sorotan DPRD DIY Tahun Depan
- Popbela.com Mantapkan Diri sebagai Media Fashion Tepercaya
- Kasus Korupsi Bohol Gunungkidul Siap Disidangkan Pekan Depan
- Dua Pasang Remaja Digerebek di Penginapan Kasihan Bantul
- PHRI DIY Minta UMP Sektoral Tidak Berlaku pada 2026, Ini Alasannya
- Bencana Sumbar: 23 Warga Meninggal, 3.900 KK Mengungsi
- 10.000 Bayi di Bantul Jadi Target Imunisasi Heksavalen
Advertisement
Advertisement



