Advertisement

Pandemi Covid-19 di China Kekinian: Jutaan Orang Positif, RS Penuh, Obat Langka

Hesti Puji Lestari
Jum'at, 23 Desember 2022 - 08:07 WIB
Bhekti Suryani
Pandemi Covid-19 di China Kekinian: Jutaan Orang Positif, RS Penuh, Obat Langka Covid/19 di China semakin menggila

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO - China sedang dibuat kacau dengan peningkatan kasus Covid-19 yang menyerang negara tersebut pada akhir Desember 2022 ini.

Peningkatan kasus Covid-19 ini membuat rumah sakit dan tenaga kesehatan di negara tersebut jadi semrawut. Sebab beberapa rumah sakit bahkan tidak bisa menampung jumlah korban yang kian bertambah.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Melansir laporan BQ Times, gelombang terbaru telah menempatkan Beijing, ibu kota China, di bawah tekanan yang luar biasa.

Meningkatnya kasus Covid-19 di China saat ini diduga disebabkan oleh subvarian Omicron BF.7. 

BF.7 identik dengan BA.5.2.1.7, sub-silsilah dari versi Omicron BA.5 yang terkenal kejam. Subvarian Omicron ini paling efektif menyebarkan infeksi dan dianggap cukup menular.

Subvarian BF.7 memiliki masa inkubasi yang lebih singkat. Ini memiliki peluang lebih besar untuk menginfeksi kembali atau bahkan menginfeksi orang yang telah divaksin.

Meski demikian, Al Arabiya melaporkan jika pemerintah China seolah menutupi angka kasus dan kematian pasti yang disebabkan Covid-19 di negaranya.

China melaporkan tidak ada kematian akibat Covid-19 baru untuk hari kedua berturut-turut pada 21 Desember.

Padahal, para pekerja rumah duka mengatakan permintaan dan waktu tunggu untuk layanan mereka telah meningkat dalam seminggu terakhir.

BACA JUGA: Prakiraan Cuaca, Jumat (23/12/2022), Pagi Hari Hujan Ringan Sampai Sedang

Peningkatan kematian ini membuat biaya untuk mengurus serangkaian acara di rumah duka di China kian melonjak tajam.

Negara itu mengonfirmasi 389.306 kasus dengan gejala pada Selasa.

Tetapi para ahli meyakini jika angkanya jauh lebih banyak daripada itu. Sebab China sendiri memiliki identifikasi yang tidak jelas soal kematian.

Hanya kematian yang disebabkan oleh pneumonia dan gagal napas yang akan diklasifikasikan meninggal karena virus Corona.

Rumah Sakit Shanghai Deji, memposting di akun WeChat resminya, memperkirakan ada sekitar 5,43 juta orang positif di kota itu dan setengah dari 25 juta orang di pusat komersial utama China akan terinfeksi pada akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com, Rabu 8 Februari 2023

Jogja
| Rabu, 08 Februari 2023, 06:57 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement