Advertisement

Dua Gunung di Indonesia Alami Erupsi pada Awal Desember 2022

Mia Chitra Dinisari
Selasa, 06 Desember 2022 - 08:47 WIB
Jumali
Dua Gunung di Indonesia Alami Erupsi pada Awal Desember 2022 Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang mengalami erupsi disertai memuntahkan awan panas guguran, pada Sabtu (4/12 - 2021) sekitar pukul 15.00 WIB. / Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Dua gunung di Indonesia kompak meletus di awal Desember 2022.

Kedua gunung itu yakni gunung Ibu dan gunung Semeru.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

PVMBG mendeskripsikan letusan kedua gunung tersebut.

BACA JUGA: Gunung Semeru Miliki Kolom Erupsi Setinggi 1.500 Meter

1. Gunung Ibu

Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Senin, 05 Desember 2022, pukul 11:22 WIT.

Erupsi itu menghasilkan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 2125 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.

Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/ wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas diluar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).
2. Gunung Semeru

Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Selasa, 06 Desember 2022, pukul 05:02 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 4076 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 73 detik.

Erupsi gunung Semeru terjadi sejak 4 Desember 2022, tepat setelah setahun erupsi 4 Desember 2021 lalu.

Rekomendasi PVMBG 

1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 km dari puncak.

2. Tidak beraktivitas dalam radius 8 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

3. Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Luar Biasa! Kekebalan Tubuh Warga Jogja terhadap Covid-19 Capai 99%

Jogja
| Rabu, 08 Februari 2023, 20:47 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement