Advertisement

Gelombang Tren Milenial Resign dari Pekerjaan Diprediksi Terus Berlanjut di 2022

Nindya Aldila
Senin, 04 April 2022 - 19:27 WIB
Bhekti Suryani
Gelombang Tren Milenial Resign dari Pekerjaan Diprediksi Terus Berlanjut di 2022 Ilustrasi kegiatan perkantoran di Bengaluru, India, file foto Februari 2012. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Gelombang pengunduran diri atau resignation secara global diprediksi akan terus berlanjut. Hal itu seiring dengan perubahan tren pekerja kalangan milenial untuk mencari pekerjaan yang sejalan dengan kehidupan personalnya.

Hal itu seperti yang dilaporkan oleh penyedia layanan tenaga kerja global Randstad NV yang berbasis di Belanda.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

CEO Randstad NV Sander van 't Noordende mengatakan sedikitnya ketersediaan tenaga kerja membuat talenta memiliki opsi lebih luas untuk memilih tempat kerja.

"Itu agak berubah sekarang. Pekerja sudah siap untuk keluar dari pekerjaannya jika mereka tidak bahagia," ujar van ‘t Noordende seperti dikutip Bloomberg pada Senin (4/4/2022).

BACA JUGA: Perang Ukraina Hari ke-40: Ditemukan Lautan Mayat di Kota Bucha, Irpin, dan Hostomel

Gelombang pengunduran diri telah menjadi angin segar bagi karyawan yang ingin mencari lingkungan kerja yang lebih baik dan gaji yang lebih tinggi.

Pemulihan ekonomi dan aturan bekerja dari rumah telah memudahkan para pekerja untuk meninggalkan posisi yang tidak menarik dan mencari alternatif baru.

Sepertiga dari partisipan survei Randstad menunjukkan pekerja meninggalkan pekerjaan lama mereka karena tidak sesuai dengan kehidupan personal mereka.

Advertisement

Lebih dari separuh responden dari generasi milenial dan Gen-Z mengatakan mereka akan keluar dari pekerjaan yang menghalangi mereka menikmati kehidupan. Hal itu berbeda dari sepertiga kalangan baby boomer yang lebih tua.

Kendati responden mengatakan jam kerja yang fleksibel dan tempat kerja penting, masing-masing 83 persen dan 71 persen, mereka mengatakan tidak punya pilihan memilih tempat kerja mereka. Sebanyak dua per lima tidak mampu mengelola jam kerjanya.

“Pengusaha benar-benar harus meningkatkan keberanian mereka dalam hal mempersonalisasi pengalaman kerja untuk setiap karyawan,” kata van 't Noordende.

Advertisement

Kendati sudah ada perusahaan yang meminta karyawannya kembali bekerja di kantor, van ‘t Noordende mengatakan tidak banyak perusahaan yang meminta bekerja dari kantor sepenuhnya, kecuali lembaga keuangan.

"Kebanyakan eksekutif di level senior memahami bahwa mereka bisa mempercayai pegawai mereka. Peran kantor menjadi lebih seperti tempat kolaborasi dan bertemu daripada tempat menyelesaikan tugas," tandasnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Cek Update Stok Darah di PMI DIY Selasa Ini

Jogja
| Selasa, 29 November 2022, 10:37 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement