Hasil Survei: Ini Alasan Milenial Belum Beli Rumah

Ilustrasi - Deretan perumahan. - Antara Foto/Oky Lukmansyah/pd
29 September 2021 22:27 WIB Yanita Petriella News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Direktur Consumer & Commercial Lending PT Bank Tabungan Negara Tbk. Hirwandi Gafar mengatakan generasi milenial merupakan rumah bagi pasar properti di Indonesia. Namun minat milenial dalam membeli rumah belum begitu besar.  

Berdasarkan survei yang dilakukan BTN, alasan milenial belum membeli rumah pertama karena belum menemukan rumah yang tepat (28,6 persen), belum mampu secara finansial (24,9 persen), belum mampu bayar DP (17 persen), belum mampu bayar KPR (10,4 persen), masih ada cicilan lain (10,44 persen), belum perlu (5,4 persen), dan belum terpikir (2,79 persen).

"Tentu ini yang perlu kami berikan solusinya kemudian termasuk belum mampu bayar DP," ujarnya dalam webinar bertajuk Tren Properti Incaran Milenial, Cara Mudah Punya Rumah, Rabu (29/9/2021).

Kemampuan rata-rata milenial dalam membeli hunian ini berkisar antara Rp 200-400 juta dengan cara pembayaran masih didominasi melalui metode kredit.

"Persentase kepemilikan rumah milenial yang ingin punya rumah dan tidak ingin punya rumah ini masih banyak yang tidak punya rumah yaitu 64,9 persen dan yang punya rumah 35 persen," katanya.

Namun demikian, selama pandemi, terjadi peningkatan pangsa pasar pembelian sektor properti oleh generasi milenial. Pangsa pasar generasi milenial berada di angka 60 persen lalu meningkat sejak era new normal atau kebiasaan baru menjadi 82,3 persen.

"Ada perubahan permintaan milenial di era pandemi. Zaman new normal itu, terjadi peningkatan pangsa pasar generasi milenial sekitar 82,3 persen," ucapnya.

Dari segi pembayaran, sekitar 49,8 persen generasi milenial masih memilih menggunakan metode tunai bertahap, sedangkan 50,2 persen lainnya memilih melakukan pembayaran rumah secara kredit.

BACA JUGA: Rencana Pendirian Toko Berjejaring di Sleman Kembali Ditolak Warga

"Nah ini bagaimana membantu milenial yang membeli tunai bertahap pun akan kita dorong secara kredit untuk membantu cashflow mereka juga," ucapnya.

BTN bekerja sama dengan developer untuk perumahan milenial hingga berbagai macam kemudahan pembiayaan milenial.

Berbagai platform digital pun disediakan seperti rumah murah BTN sebagai perumahan second aset BTN, Smart Residence, BTN Properti dan transaksi melalui mobile banking dan internet banking.

"Kemudahan ini berupa angsuran KPR ada KPR Zero, dia hanya bayar bunga di 2 tahun pertama, lalu graduated payment mortgage dimanabangsuran berjenjang sesuai penghasilan, dan angsuran suka-suka. Jadi sebulan dalam satu tahun berapa dan dua tahun berikutnya berapa," tutur Hirwandi.

Dia menambahkan kalangan milenial memilih rumah yang berorientasi pada teknologi. Milenial juga cenderung memilih rumah di pinggiran kota yang dekat dengan sarana transportasi karena memang tujuannya keinginan ada kemudahan transportasi.

Dalam mencari properti, milenial juga cenderung memilih berkomunikasi dengan agen properti dan pengembang (developer) melalui fitur pesan teks (chat) daripada bertemu tatap muka. Pemilihan rumah pun dilakukan melalui fitur foto dan video.

Tak hanya itu, generasi milenial juga memerhatikan ketersediaan sarana pendidikan dasar, klinik, apotek, pusat perbelanjaan, dan taman di area rumah. 

Kalangan milenial juga berharap dalam mencari hunian memiliki ruang multifungsi yang dapat menunjang suasana baru bekerja dan bersosialisasi.

"Saat ini banyak proyek perumahan yang berada di dekat jalur transportasi misalnya seperti LRT dari Cawang sampai Cibubur. Pihaknya pun memprediksi akan tumbuh berlanjut sampai Sentul termasuk di Bekasi," tuturnya. 

Sumber : Bisnis.com