Advertisement

Perang Ukraina Hari ke-40: Ditemukan Lautan Mayat di Kota Bucha, Irpin, dan Hostomel

Anshary Madya Sukma
Senin, 04 April 2022 - 12:47 WIB
Bhekti Suryani
Perang Ukraina Hari ke-40: Ditemukan Lautan Mayat di Kota Bucha, Irpin, dan Hostomel Mayat warga sipil bergelimpangan di jalanan kota Bucha yang terletak di dekat Ibu Kota Kyiv, Ukraina setelah diserang tentara Rusia - Ukrinform.net

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Perang Rusia vs Ukraina telah berlangsung hingga hari ke-40. Hari ini, pihak berwenang Ukraina menemukan ratuan mayat warga sipil yang bergelimpangan di pinggir jalan serta dikuburkan secara massal di kota Bucha, Irpin, dan Hostomel yang terletak dekat ibu kota Kyiv.

Jaksa Ukraina mengatakan mayat yang ditemukan sekitar 410 mayat di wilayah tersebut. Sebanyak 140 mayat sudah diperiksa pada Minggu (3/4/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Namun, Rusia membantah tuduhan bahwa pasukannya telah membunuh warga sipil saat mundur dari lokasi perang tersebut.

Selain kabar diatas, berikut beberapa kabar terbaru mengenai kejadian perang Rusia vs Ukraina yang dilansir The Guardian pada Senin (4/4/2022) sebagai berikut ini.

UPDATE Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-40

Penampakkan Gambar Satelit dari Bucha

Gambar satelit dari Bucha tampaknya menunjukkan parit sepanjang sekitar 45 kaki yang digali di halaman gereja di mana kuburan massal telah diidentifikasi.

Pengajuan Penyelidikan Independen dari Beberapa Pejabat Dunia

Para pemimpin dunia mengutuk pembunuhan itu dan menyerukan penyelidikan independen. Presiden Prancis Emmanuel Macron, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield semuanya secara terbuka mengutuk tindakan Rusia.

Menteri Luar Negeri AS Bergabung dengan Sekutu Barat

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken, menggambarkan pembunuhan warga sipil itu sebagai "pukulan ke perut" dan ia akan bergabung dengan sekutu barat dalam sumpah untuk mendokumentasikan kekejaman untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku.

Bantahan Rusia dari Tuduhan Pembunuhan Warga Sipil

Rusia menggambarkan situasi di Bucha sebagai "provokasi" oleh Ukraina yang dimaksudkan untuk mengganggu pembicaraan damai. Kementerian luar negeri Kremlin mengatakan Rusia sedang mengupayakan pertemuan dewan keamanan PBB mengenai masalah tersebut.

Seperti pada unggahan tweet perwakilan dewan keamanan PBB Dmitry Polyansky pada hari Minggu untuk meminta pertemuan dengan PBB.

“Mengingat provokasi keji radikal Ukraina di Bucha, Rusia meminta pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Senin 4 April.” ujarnya

Zelenskiyy Mengutuk Tindakkan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengutuk pasukan Rusia sebagai "pembunuh", "penyiksa" dan "pemerkosa" setelah pembunuhan itu terungkap. Dalam pidato nasional Minggu malam ia bersumpah untuk menyelidiki dan menuntut semua "kejahatan" Rusia di Ukraina .

Kharkiv Kembali Diserang Rusia

Menurut Jaksa di Kharkiv kembali diserang oleh pasukan Rusia melanjutkan serangan mereka ke kota-kota Ukraina lainnya. Tujuh orang tewas dan 34 lainnya luka-luka setelah daerah pemukiman di Kharkiv dihantam pada Minggu.

Chernihiv Hampir Hancur Total

Serangan di kota Chernihiv telah dihancurkan sekitar 70 persen, kata walikota kota itu pada hari Minggu. Vladyslav Atroshenko mengatakan serangan itu sangat parah dan mencerminkan kota-kota lain yang rusak parah di Ukraina seperti Bucha dan Mariupol.

Pasokan Ukraina di Pelabuhan Dihantam Rudal

Pejabat setempat mengatakan Rudal Rusia menghantam "infrastruktur penting", seperti depot bahan bakar, dekat pelabuhan selatan Ukraina Odesa pada dini hari Minggu tetapi tidak ada korban.

Larangan Mengimpor Gas Rusia dari Uni Eropa

Uni Eropa harus mempertimbangkan larangan impor gas dari Rusia. Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht.

Kekerasan Seksual Menimpa Perempuan Ukraina

Dalam skala besar kekerasan seksual dialami oleh perempuan dan anak perempuan di Ukraina, Hal ini mulai muncul ke publik ketika para korban menceritakan pelecehan yang mereka alami di tangan tentara Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com, Rabu 8 Februari 2023

Jogja
| Rabu, 08 Februari 2023, 06:57 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement