Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Iwing Setyowati, salah satu pengusaha batik khas Kota Magelang yang tetap bertahan di tengah Pandemi Covid-19. /Ist.
Harianjogja.com. MAGELANG- Perekonomian di Kota Magelang, Jawa Tengah mengalami kontraksi akibat adanya pandemi Covid-19. Seiring dengan menurunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari awal level III hingga saat ini menjadi level I, aktivitas ekonomi mulai menggeliat.
Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz mengungkapkan geliat ekonomi Kota Magelang di tengah Pandemi Covid-19 ini salah satunya ditandai dengan aktivitas perdagangan yang mulai buka serta pariwisata membludag di akhir pekan. "Mudah-mudahan geliat ekonomi ini bisa bertahan terus sampai kuartal berikutnya," katanya, baru-baru ini.
Pemkot Magelang, lanjutnya, memberikan bantuan stimulan yang bekerjasama dengan Baznas, TNI dan Polri untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Adapun pada UMKM, Pemerintah Kota Magelang memberikan pelatihan, pameran di tempat-tempat yang ramai serta memperbaiki peralatan yang diperlukan untuk mendukung usaha mereka.
BACA JUGA : Korban Tewas Diracun Dukun di Magelang Jadi 4 Orang
Kabid Ekonomi dan Prasarana Wilayah di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Iwan Triteny S menjelaskan ekonomi Kota Magelang yang pada kurun waktu 2016 sampai 2019 mengalami peningkatan di kisaran 5,2% hingga 5,4%, pada 2020 mengalami penurunan hingga -2,45%. "Angka ini hampir sama dengan angka di Provinsi Jawa Tengah dan Nasional. Jadi pergerakan ekonomi Kota Magelang sejalan seperti kondisi nasional," kata Iwan.
Jika dilihat dari pertumbuhan lapangan usaha pembentuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor yang mengalami kontraksi terbesar adalah transportasi dan pergudangan dengan penurunan hingga 27,68%. Di sisi lain, ada sektor yang meningkat pesat yakni informasi dan komunikasi yang peningkatannya mencapai 17,32%. "Kontribusi sektor informasi dan komunikasi terhadap PDRB kecil, hanya 6,29% tetapi di masa pandemi tumbuh paling tinggi. Penyebabnya adalah banyak aktivitas masyarakat beralih ke digital," paparnya.
Meski pertumbuhannya paling tinggi, Pemerintah Kota Magelang tidak memfokuskan pada pengembangan sektor usaha tersebut. Penyebabnya, pelaku usaha di bidang informasi dan komunikasi merupakan perusahaan besar yang berpusat di ibu kota.
Pemerintah Kota Magelang, katanya, memfokuskan pada penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang banyak dijalankan oleh masyarakat Kota Magelang. Iwan menyebutkan jumlah UMKM di Kota Magelang yang di tahun 2019 sebanyak 6.600 unit, di tahun berikutnya saat terjadi pandemi Covid-19, meningkat pesat menjadi 8.663 unit. Tahun-tahun sebelumnya, peningkatan hanya di kisaran 500 unit.
Sejumlah upaya untuk meningkatkan kapasitas usaha UMKM dilakukan seperti penciptaan 1.500 wirausaha baru dan Program Pemberdayaan Masyarakat Maju Sehat dan Bahagia (Rodanya Mas Bagia) yang mendorong partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan di tingkat kelurahan yang berbasis di wilayah Rukun Tetangga (RT). Program dari Wali Kota baru ini memberikan Rp30 juta untuk setiap RT per tahun.
BACA JUGA : Identitas Mayat di SPBU Salam Terungkap Melalui Sidik Jari
“Saat ini ekonomi Kota Magelang mulai menggeliat. Pasar mulai ramai, tempat-tempat umum mulai ramai. Kami yakin pertumbuhan ekonomi akan bergerak positif. Kuncinya adalah pengendalian Covid-19. Semakin cepat kita bisa mengendalikan Covid maka semakin cepat untuk segera pulih," katanya.
Pemilik usaha batik khas Kota Magelang, Iwing Setyowati mengatakan usahanya sempat berhenti berproduksi selama 1,5 bulan di awal Covid-19, pada Maret 2020. Namun, pada Mei 2020, pesanan batik mulai datang lagi dan usahanya segera pulih. “Saat ini sudah berjalan seperti biasa,” katanya.
Iwing yang merupakan warga Wates, Magelang Utara ini menjalankan usaha batik dengan motif khas Kota Magelang seperti water torn, Diponegoro, Kebonpolo, Cempaka, Kantil, Gelatik dan lainnya. Usaha yang dirintisnya sejak 2013 ini menerima pesanan rata-rata 300 lembar kain batik, dengan harga per lembar Rp150.000 hingga jutaan rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Jadwal atlet Indonesia di Asian Games 2026, Jumat 25 September. Ada Emilia Nova, Natasya Beteyob, tenis meja, renang, sepak takraw dan balap sepeda.
Macklemore mengumumkan tur Free Palestine setelah dikeluarkan dari sisa tur Ed Sheeran. Simak jadwal Dublin, Paris, dan London.
Marc Marquez mengakui Pedro Acosta bisa mengalahkannya saat menjadi rekan setim di Ducati pada MotoGP 2027. Acosta baru menang di Austria.
Studi 2025 mengungkap perbedaan jumlah kata yang diucapkan perempuan dan laki-laki ternyata dipengaruhi usia. Simak hasil penelitiannya.
AI kini bekerja di balik berbagai fitur smartphone dan laptop, mulai dari pencarian, terjemahan, edit foto, penulisan hingga memahami konteks layar.