Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Ilustrasi - Pengikut gerakan Houthi menaiki sebuah bulldozer yang mereka rebut dari polisi anti huru-hara di sepanjang jalan utama menuju bandara di Sanaa, Yaman./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Angkatan Laut AS menyita sejumlah besar senjata ilegal buatan Rusia dan China. Senjata ilegal itu disita dari kapal tanpa identitas negara yang berlayar di perairan internasional Laut Arab bagian utara.
Armada Kelima AS, yang bermarkas di Bahrain menyatakan kapal penjelajah berpeluru kendali USS Monterey berhasil mencegat kapal itu. Mereka menemukan kargo berupa senjata dalam operasi rutin selama dua hari pada 6-7 Mei.
BACA JUGA : Korut Luncurkan Dua Rudal Setinggi 90 Kilometer
"Senjata itu termasuk belasan peluru kendali anti-tank canggih buatan Rusia, ribuan senapan serbu Tipe 56 China, dan ratusan senapan mesin PKM, senapan sniper dan peluncur granat berpeluncur roket," ujar pihak Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (10/5/2021).
Senjata-senjata itu dalam penguasaan AL AS dan sumber serta tujuan yang dimaksudkan sedang diselidiki.
Armada Kelima AS menyatakan Monterey beroperasi selama 36 jam dan memberikan jaminan keamanan bagi awak kapal tersebut.
"Setelah semua kargo ilegal dipindahkan, kapal itu dinilai layak laut dan kemudian dilepas setelah awaknya diberi makanan dan air usai diinterogasi.
BACA JUGA : Korea Utara Klaim Kesuksesan Uji Coba Rudal Balistik
Pernyataan itu tidak menyebutkan dari mana kapal itu berasal. Hanya dikatakan bahwa patroli rutin Angkatan Laut AS di wilayah tersebut berupaya mengawasi pengangkutan kargo gelap. D
isebutkan bahwa aktivitas kargo gelap itu sering digunakan untuk mendanai terorisme dan aktivitas yang melanggar hukum.
Bermacam-macam senjata yang disita terindikasi akan dikirim ke Yaman, tempat pemberontak Houthi yang berpihak pada Iran telah memerangi koalisi militer pimpinan Arab Saudi. Houthi melakukan perlawanan sejak 2015.
Yaman dibanjiri senjata yang diselundupkan ke pelabuhan negeri itu tanpa terkontrol selama konflik bertahun-tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.