Advertisement
170 KK Mengungsi, Banjir dan Longsor Terjang Tanjung Raya Agam
Warga Rabaa, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam sedang berada di lokasi banjir, Rabu (11/2/2026). ANTARA - HO/Warga.
Advertisement
Harianjogja.com, AGAM — Banjir dan tanah longsor melanda Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (11/2/2026) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam mencatat sebanyak 170 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan ratusan warga itu mengungsi ke sejumlah lokasi aman, seperti sekolah dasar, masjid, rumah keluarga, hingga rumah tetangga.
Advertisement
“170 KK itu mengungsi ke SD, masjid, rumah keluarga, dan rumah tetangga,” kata Rahmat di Lubuk Basung, Kamis (12/2/2026).
Rumah Terendam Hingga 60 Sentimeter
BACA JUGA
Dari total pengungsi, sebanyak 90 KK berasal dari Nagari Koto Kaciak dan 50 KK dari Nagari Sungai Batang. Rumah mereka terendam banjir setinggi 40–60 sentimeter setelah Sungai Asam dan Sungai Tumayo meluap akibat curah hujan tinggi.
BPBD menyebut kondisi banjir saat ini mulai surut. Warga pun mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan material yang terbawa arus.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko. Sebanyak 30 KK di wilayah tersebut harus dievakuasi demi keselamatan.
“Mereka dievakuasi oleh tim gabungan berasal dari BPBD Agam, Polres Agam, PMI, Basarnas, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan warga,” ujarnya.
Jalan Provinsi Tertimbun, Listrik Padam
Material longsor tidak hanya berdampak pada permukiman, tetapi juga infrastruktur. Tanah menimbun tiang listrik hingga menyebabkan pemadaman di sekitar lokasi. Satu unit mobil minibus turut tertimbun material longsor. Beruntung, sopir dan satu penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum kejadian.
Longsor juga menutup ruas jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung–Bukittinggi, tepatnya di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko. Material tanah menutup badan jalan sepanjang sekitar 50 meter dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.
“Pembersihan material tanah longsor sedang berlangsung dengan mengerahkan alat berat,” kata Rahmat.
Dam Jebol, Air Sungai Meluap
Curah hujan tinggi turut menyebabkan Sungai Batang Balok meluap setelah dam sementara jebol di Jorong Bancah, Nagari Maninjau. Air menggenangi ruas jalan penghubung Maninjau–Sungai Batang serta merendam SDN 09 Bancah.
Warga setempat berupaya memperbaiki dam secara manual dengan menumpuk batu dan kayu di titik yang jebol agar aliran air kembali ke sungai.
Sementara itu, banjir juga merendam dua rumah di Siguhuang, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, akibat meluapnya Sungai Batang Siguhuang.
BPBD Agam mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
- KPK Panggil Mantan Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Suap Jalur Kereta
Advertisement
Harga Cabai Gunungkidul Turun Saat Puasa, Ayam Masih Rp40.000 per Kg
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ketua Komisi A DPRD DIY Ingatkan Tak Gadai Kedaulatan demi Perdagangan
- Menteri LH Ancam Penjara 10 Tahun bagi Pengelola TPST Bantargebang
- Cegah Macet ke Parangtritis, Bantul Siapkan Skema One Way Saat Lebaran
- Pengamat Nilai Seskab Teddy Jadi Penghubung Kebijakan Presiden
- Harga Bahan Pokok di Jogja Relatif Stabil Jelang Lebaran
- Muffin Biji Poppy Bisa Picu Hasil Positif Palsu Tes Narkoba
- Trump Sebut Harga Minyak Bisa Turun Jika Ancaman Nuklir Iran Berakhir
Advertisement
Advertisement








