Advertisement

170 KK Mengungsi, Banjir dan Longsor Terjang Tanjung Raya Agam

Newswire
Kamis, 12 Februari 2026 - 11:57 WIB
Abdul Hamied Razak
170 KK Mengungsi, Banjir dan Longsor Terjang Tanjung Raya Agam Warga Rabaa, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam sedang berada di lokasi banjir, Rabu (11/2/2026). ANTARA - HO/Warga.

Advertisement

Harianjogja.com, AGAM — Banjir dan tanah longsor melanda Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (11/2/2026) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam mencatat sebanyak 170 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan ratusan warga itu mengungsi ke sejumlah lokasi aman, seperti sekolah dasar, masjid, rumah keluarga, hingga rumah tetangga.

Advertisement

“170 KK itu mengungsi ke SD, masjid, rumah keluarga, dan rumah tetangga,” kata Rahmat di Lubuk Basung, Kamis (12/2/2026).

Rumah Terendam Hingga 60 Sentimeter

Dari total pengungsi, sebanyak 90 KK berasal dari Nagari Koto Kaciak dan 50 KK dari Nagari Sungai Batang. Rumah mereka terendam banjir setinggi 40–60 sentimeter setelah Sungai Asam dan Sungai Tumayo meluap akibat curah hujan tinggi.

BPBD menyebut kondisi banjir saat ini mulai surut. Warga pun mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan material yang terbawa arus.

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko. Sebanyak 30 KK di wilayah tersebut harus dievakuasi demi keselamatan.

“Mereka dievakuasi oleh tim gabungan berasal dari BPBD Agam, Polres Agam, PMI, Basarnas, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan warga,” ujarnya.

Jalan Provinsi Tertimbun, Listrik Padam

Material longsor tidak hanya berdampak pada permukiman, tetapi juga infrastruktur. Tanah menimbun tiang listrik hingga menyebabkan pemadaman di sekitar lokasi. Satu unit mobil minibus turut tertimbun material longsor. Beruntung, sopir dan satu penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum kejadian.

Longsor juga menutup ruas jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung–Bukittinggi, tepatnya di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko. Material tanah menutup badan jalan sepanjang sekitar 50 meter dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

“Pembersihan material tanah longsor sedang berlangsung dengan mengerahkan alat berat,” kata Rahmat.

Dam Jebol, Air Sungai Meluap

Curah hujan tinggi turut menyebabkan Sungai Batang Balok meluap setelah dam sementara jebol di Jorong Bancah, Nagari Maninjau. Air menggenangi ruas jalan penghubung Maninjau–Sungai Batang serta merendam SDN 09 Bancah.

Warga setempat berupaya memperbaiki dam secara manual dengan menumpuk batu dan kayu di titik yang jebol agar aliran air kembali ke sungai.

Sementara itu, banjir juga merendam dua rumah di Siguhuang, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, akibat meluapnya Sungai Batang Siguhuang.

BPBD Agam mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Satpol PP Bantul Copot 524 Reklame Ilegal

Satpol PP Bantul Copot 524 Reklame Ilegal

Bantul
| Kamis, 12 Februari 2026, 12:57 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement