Polres Pamekasan Periksa Tiga Orang dalam Dugaan Suap Program MBG
Polres Pamekasan memeriksa tiga orang terkait dugaan suap program MBG. Polisi juga akan memanggil seluruh kepala dapur MBG.
Ilustrasi sabu-sabu./Ist-Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Pengungkapan kasus narkoba jaringan Indonesia–Malaysia kembali dilakukan Polri setelah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) menyita 14 kilogram sabu-sabu yang dikendalikan seorang narapidana di Rutan Kelas II B Dumai, Riau.
Kasus narkoba jaringan Indonesia–Malaysia ini terungkap melalui koordinasi lintas instansi dan menyingkap peran napi yang tetap mengendalikan peredaran dari balik jeruji.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso menjelaskan, pengungkapan kasus narkoba tersebut merupakan hasil kerja sama Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dengan Bea Cukai Kanwil Pekanbaru, Riau, serta pihak Rutan Dumai. Informasi awal menyebutkan adanya penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia menuju wilayah Ujung Tanjung, Rokan Hilir, Riau.
Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas mengamankan seorang pria berinisial PR yang kedapatan membawa satu jeriken berisi 14 bungkus plastik sabu-sabu. Dari interogasi awal terungkap bahwa PR merupakan mantan kurir narkoba yang pernah menjalani hukuman dan diminta seseorang berinisial GR untuk mengambil jeriken tersebut.
"Saudara PR sudah mengetahui barang tersebut berisi narkoba," kata Eko.
Pengembangan kasus narkoba jaringan Indonesia–Malaysia ini berlanjut dengan penangkapan GR. Dalam pemeriksaan, GR mengaku diperintah ayahnya berinisial HW, yang saat ini masih menjalani hukuman kasus narkotika di Rutan Dumai.
HW sendiri mengaku menerima tawaran dari seseorang berinisial AT terkait sabu-sabu tersebut melalui telepon genggam yang diselundupkan ke dalam lapas. Perangkat komunikasi itu digunakan untuk mengatur peredaran sabu dari dalam tahanan.
"Setelah mengetahui anaknya GR sudah diamankan petugas, HW membanting dan merusakkan telepon genggam yang dia gunakan untuk berkomunikasi," katanya.
Eko menegaskan, penyidik masih melakukan pengembangan untuk menelusuri keterlibatan pelaku lain dalam jaringan narkoba lintas negara ini. Pemeriksaan saksi dan tersangka terus dilakukan guna membongkar mata rantai distribusi sabu-sabu dari Malaysia ke Indonesia.
Ia menambahkan, nilai ekonomis 14 kilogram sabu-sabu yang diamankan diperkirakan mencapai sekitar Rp26,5 miliar. Pengungkapan kasus narkoba jaringan Indonesia–Malaysia ini disebut turut menyelamatkan kurang lebih 73.000 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba, sementara proses pengembangan terhadap jaringan dan alur distribusi masih terus berjalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polres Pamekasan memeriksa tiga orang terkait dugaan suap program MBG. Polisi juga akan memanggil seluruh kepala dapur MBG.
FBI sita 600+ drone ilegal di Piala Dunia 2026. Miami terbanyak, pelanggar ancam denda Rp1,6 M. Regulasi drone AS terancam diperketat.
Bansos PKH & BPNT tahap 3 (Juli-September) belum cair. Status penerima bisa berubah. Cek jadwal, nominal, dan cara cek NIK secara resmi di sini.
Prediksi Argentina vs Mesir di 16 besar Piala Dunia 2026: Messi vs Salah. Statistik tunjukkan Argentina lebih produktif, Mesir lebih kolektif.
Disdikpora Kota Jogja menegaskan SD dan SMP negeri dilarang memungut biaya serta menjual seragam. Siswa baru boleh memakai seragam SD hingga tiga bulan.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.