Advertisement
Kemenhub Ungkap Kronologi Penembakan Pesawat di Boven Digoel
Pilot dan kopilot pesawat perintis ditembak di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. 12 penumpang dan 1 bayi selamat. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Insiden penembakan pesawat perintis di Boven Digoel, Papua Selatan, menewaskan pilot dan kopilot setelah pesawat mendarat di Bandara Koroway Batu, Rabu (11/2/2026). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah pesawat menyentuh landasan.
Pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation itu melayani rute penerbangan perintis Tanah Merah (TMH) – Danawage/Koroway Batu (DNW). Informasi awal diterima Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dari Kepala Satuan Pelayanan Bandar Udara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.
Advertisement
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menjelaskan, pesawat mendarat pada pukul 11.05 WIT dan tidak lama setelah itu terjadi penembakan.
"Pada (Rabu, 11/2) pukul 11.05 WIT pesawat mendarat di Bandara Koroway Batu, sesaat setelah mendarat pesawat mengalami penembakan," kata Lukman dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
BACA JUGA
Menurut laporan awal, pesawat yang menjadi sasaran merupakan penerbangan perintis FLT/no. Reg PK-SNR dengan Type A/C C208B Ex. Adapun rute penerbangan yang dilayani adalah TMH-DNW (Koroway Batu)-TMH.
"Rute TMH-DNW (Koroway Batu) - TMH, jumlah crew/pilot dua, jumlah penumpang 12 dewasa dan 1 bayi," ujarnya.
Pesawat tersebut dilaporkan lepas landas dari Bandar Udara Tanah Merah pada pukul 10.38 WIT sebelum akhirnya mendarat di Bandara Koroway Batu pukul 11.05 WIT. Insiden penembakan terjadi tidak lama setelah proses pendaratan berlangsung.
Lukman menegaskan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berkoordinasi dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke serta Kepala Satuan Pelayanan dan pegawai di Bandara Koroway Batu untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal.
"Pada pukul 13.26 WIT kami mendapat informasi bahwa kedua pilot menjadi korban penembakan dan telah meninggal dunia sedangkan 12 penumpang dan 1 bayi selamat," jelasnya.
"Untuk informasi selanjutnya akan disampaikan sesuai dengan perkembangan informasi di lapangan," tambah Lukman. Kemenhub memastikan pembaruan informasi terkait penembakan pesawat perintis di Boven Digoel akan disampaikan seiring perkembangan situasi di Papua Selatan, termasuk hasil koordinasi lanjutan dengan otoritas setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
Advertisement
Bansos Makan Gratis Gunungkidul Cair, Didukung APBD Rp1,32 Miliar
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Misi Persib di Thailand, Tantang Ratchaburi FC pada 16 Besar ACL 2
- Langkah Berani Janice Tjen, Tantang Ratu Qatar Open Iga Swiatek
- WhatsApp Business Disorot, Uni Eropa Selidiki Dugaan Monopoli Meta AI
- Erwan Hendarwanto Latih Garudayaksa, Van Gastel: Tunjukkan Sihirmu
- JNE Berbagi Tali Asih untuk Insan Pers pada Peringatan HPN 2026
- Berani Speak Up, Leona Agustine Ungkap Dugaan Pelecehan oleh Musisi
- Senin Malam Diguyur Hujan, Tiga Titik Longsor Landa Gunungkidul
Advertisement
Advertisement



