PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Kementerian Pertahanan siapkan roadmap tol dan jalan nasional sebagai landasan darurat pesawat demi kesiapsiagaan pertahanan. /Antara.
Harianjogja.com, LAMPUNG—Kementerian Pertahanan menyiapkan peta jalan agar sejumlah ruas jalan tol dan jalan nasional di berbagai wilayah Indonesia dapat dirancang dengan spesifikasi teknis sebagai landasan darurat pesawat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kesiapsiagaan pertahanan nasional, terutama di wilayah kepulauan.
Wakil Menteri Pertahanan Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto menegaskan konsep tersebut penting untuk memastikan operasional pesawat tetap berjalan meski pangkalan utama mengalami gangguan. “Konsep ini penting untuk menjaga kesiapsiagaan pertahanan di wilayah kepulauan,” kata Donny dalam keterangan tertulis yang diterima di Lampung, Rabu.
Menurutnya, keberadaan banyak titik alternatif pendaratan akan memberikan fleksibilitas operasional, khususnya bagi pesawat tempur. Dengan demikian, jika satu pangkalan tidak dapat digunakan, masih tersedia opsi lain yang siap difungsikan.
“Kita ingin di setiap pulau besar memiliki banyak alternatif pangkalan. Kalau satu pangkalan diserang, masih ada opsi lain. Karena itu, beberapa ruas jalan tol ke depan akan kita desain agar bisa difungsikan sebagai runway,” katanya.
Donny menambahkan, pembangunan infrastruktur nasional ke depan akan diselaraskan dengan kebutuhan pertahanan. Integrasi desain jalan tol dan jalan nasional sebagai runway darurat menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang.
Kementerian Pertahanan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta pihak pengelola jalan tol guna memastikan spesifikasi teknis landasan darurat terpenuhi. “Ke depan, dalam pembangunan jalan tol, kami akan sesuaikan spesifikasinya agar memenuhi persyaratan sebagai runway. Ini bagian dari roadmap pertahanan nasional,” kata Donny.
Ia juga mengapresiasi kemampuan penerbang TNI Angkatan Udara yang telah mampu mendaratkan pesawat tempur di ruas tol dengan lebar terbatas. Menurutnya, pendaratan di jalan tol memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan di pangkalan udara konvensional.
“Lebar jalan tol hanya sekitar 24 meter, jauh lebih sempit dibanding runway bandara yang bisa mencapai 45 sampai 60 meter. Ini cukup riskan, tapi penerbang TNI AU sudah dilatih untuk kondisi sempit dan hasilnya aman,” ujar Donny, seraya menekankan pentingnya kesiapan teknis dan sumber daya manusia dalam mendukung konsep jalan tol sebagai landasan darurat pesawat di berbagai wilayah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Daftar harga HP ZTE terbaru 2026 mulai Rp999.000, dari Blade A35, Blade A72 hingga Nubia V60 lengkap dengan spesifikasinya