Advertisement
Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
Foto ilustrasi atraksi naik gajah di Thailand. - iStock
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan larangan total atraksi gajah tunggang di seluruh lembaga konservasi di Indonesia serta mengajak masyarakat melaporkan jika masih menemukan praktik tersebut. Kebijakan ini ditegaskan untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan satwa dilindungi.
Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE.6 Tahun 2025 tentang Penghentian Peragaan Gajah Tunggang di Lembaga Konservasi yang diterbitkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Aturan ini berlaku secara nasional dan memuat potensi sanksi hingga pencabutan izin bagi lembaga yang melanggar.
Advertisement
“Kami berharap kepada publik, kepada netizen, citizen journalism kalau masih ada yang menunggangi gajah, atau melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu kesejahteraan gajah di mana pun, mohon dilaporkan kepada kami,” kata Menhut saat ditemui di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Raja Juli Antoni menyampaikan pengawasan akan dilakukan secara rutin melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di berbagai wilayah Indonesia, terutama terhadap lembaga konservasi pemegang izin yang merawat gajah.
BACA JUGA
Ia menegaskan sanksi tegas akan dijatuhkan apabila ditemukan pelanggaran, termasuk ancaman pencabutan izin operasional jika praktik gajah tunggang tidak dihentikan.
“Kami sudah melakukan larangan secara total penunggangan gajah. Sudah tidak boleh lagi ada satu lembaga konservasi pun yang boleh melakukan penunggangan gajah untuk turisme,” ujar Raja Antoni.
“Sekali lagi kami akan enforce, kami akan tegaskan bahwa penunggangan gajah untuk kepentingan apa pun, terutama untuk turisme, itu sudah dilarang secara total Indonesia,” katanya lagi.
Sebelumnya, praktik atraksi gajah tunggang di sejumlah lembaga konservasi dan kebun binatang sempat menuai perhatian publik. Dalam surat edaran tersebut, Kemenhut menyebut peragaan gajah tunggang, baik untuk kepentingan komersial maupun nonkomersial, tidak lagi sejalan dengan prinsip perlindungan, etika, dan kesejahteraan satwa (animal welfare).
Gajah (Elephas maximus) merupakan satwa dilindungi yang menurut Daftar Merah IUCN berstatus sangat terancam punah. Karena itu, setiap bentuk pemanfaatannya harus dilakukan secara sangat hati-hati dan bertanggung jawab.
Melalui kebijakan larangan gajah tunggang ini, Kemenhut memperkuat komitmen perlindungan gajah sekaligus mendorong partisipasi publik dalam pengawasan praktik di lembaga konservasi, agar prinsip kesejahteraan satwa benar-benar diterapkan di seluruh Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- AS Tarik 2.000 Marinir dari Jepang, Perkuat Serangan Lawan Iran
- Pamit Bukber, Remaja Ditemukan Tewas di Jalur Ngobaran Gunungkidul
- Teror Aktivis KontraS, Peradi Minta Jaminan Keamanan bagi Penggiat HAM
- BMKG Sebut Kemarau 2026 Lebih Kering, Wilayah Jateng Diminta Siaga
- Festival Hadroh dan Aksi Sosial Semarakkan Ramadan di Harian Jogja
- Cek Waktu Buka Puasa Jogja Hari Ini Sabtu 14 Maret 2026
- Sambut 143 Juta Pemudik, Kemkomdigi Luncurkan Layanan MudikPedia 2026
Advertisement
Advertisement







