Suahasil Nazara Tegaskan Komitmen Jaga APBN hingga 2029
Suahasil Nazara menegaskan komitmen menjaga APBN agar mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Indonesia hingga 2029.
Rumah S, terduga teroris di Desa Kemudo, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. /ANTARA-Aris Wasita
Harianjogja.com, KLATEN- Seorang pendakwah asal Desa Bono, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri pada Jumat (2/4/2021).
"Kemarin pagi subuh ada penangkapan (terduga) teroris, kemarin hari Jumat itu. Kemudian sorenya ada penggeledahan dari kepolisian, dari Densus, polres, ada kodim juga," kata Kepala Desa Bono Bakdiono, di Klaten, Sabtu (3/4/2021).
Ia membenarkan terduga teroris yang ditangkap tersebut adalah warganya. Meski demikian, warga dengan inisial S ini sudah lama tidak tinggal di desa tersebut.
"Dia asli warga saya, domisili dan rumah aslinya memang di situ, tetapi sudah lama pergi. Namun beberapa tahun terakhir dia kembali ke kampung halaman (ke Desa Bono) semenjak ayahnya meninggal dunia," katanya.
Baca juga: Selama 2020, Permohonan Dispensasi Pernikahan Anak di Kota Jogja 29
Disinggung mengenai keseharian pria berusia 51 tahun tersebut, Bakdiono mengatakan selama ini tidak ada aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh S dan keluarganya. Bahkan, dikatakannya, S selalu bersosialisasi dengan para tetangga.
"Dia memasyarakat, kan memang orang situ. Bahkan selama pergi, KK-nya tetap beralamat di sini. Kami dari pemerintah maupun warga tidak curiga kalau ternyata dia jadi terduga," katanya lagi.
Mengenai aktivitas sehari-hari S, Bakdiono mengatakan S merupakan seorang pendakwah dari masjid ke masjid yang ada di sekitar Desa Bono. Bahkan, bersama istrinya, S juga mendirikan Yayasan Rumah Tahfizqhul Quran (RTQ).
Baca juga: Sarkemfest, Menyapa Rasa dan Menggapai Martabat demi Citra Baik Sarkem
Mengenai penggeledahan tersebut, dikatakannya, pihak kepolisian membawa sejumlah barang bukti dari rumah S.
"Saya kebetulan tidak ikut masuk, yang masuk mewakili pemerintah desa sekretaris saya. Kan untuk kebutuhan mewakili penandatanganan berita acara," katanya.
Berdasarkan informasi yang beredar, penangkapan di Kabupaten Klaten dilakukan kepada tiga terduga teroris. Selain S yang beralamat di Dukuh Gading Wetan, penangkapan juga dilakukan kepada SH (41) warga Desa Cetan, Kecamatan Ceper, dan MR (49) warga Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan.
Terkait penangkapan tersebut, Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu membenarkan adanya penangkapan terhadap tiga orang warga terduga teroris di Klaten.
"Iya, kemarin ada penangkapan dan penggeledahan di tiga tempat di Klaten," katanya pula.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Suahasil Nazara menegaskan komitmen menjaga APBN agar mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Indonesia hingga 2029.
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 15 September 2026 tersedia 24 perjalanan, dengan keberangkatan YIA mulai 04.20 WIB dan Tugu 05.16 WIB.
ETLE Hub mendeteksi 46.034 kendaraan angkutan barang dengan total 72.236 deteksi selama pengawasan 10 Agustus hingga 10 September 2026.
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 15 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.