Kemendikbud Tegaskan Lulusan D4 Penuhi Standar Kebutuhan Dunia Kerja

Ilustrasi. - Freepik
25 Maret 2021 14:47 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbud, berfokus untuk selalu meningkatkan kualitas serta kompetensi SDM, serta terutama kesesuaian dengan kebutuhan nyata di lapangan, melalui Link and Match yang betul-betul mensinergikan Pendidikan Vokasi dengan industri dan dunia kerja.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto menyebutkan hal tersebut mencakup dalam berbagai aspek, yakni sinkronisasi kurikulum, muatan industri masuk dalam kurikulum, penguatan softskills & karakter, pembelaj aran berbasis real project, guru tamu industrial expert, perencanaan magang, sertifikasi kompetensi lulusan, penguatan kapasitas guru dan dosen, di-upgrade sesuai kebutuhan nyata riset terapan kolaboratif dengan industri, komitmen penyerapan lulusan, dan lain-lain

"Perlu kami sampaikan bahwa pada tahun 2021, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi memiliki prioritas kebijakan pengembangan dan penguatan jenjang Diploma-4 (D-4lSarjana Terapan) di Pendidikan Tinggi Vokasi (PTV)," tulis Wikan Sakarinto dalam rilisnya, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Nakes dan Vaksinator Kerja Keras untuk Vaksinasi, Jokowi Ucapkan Terima Kasih

Program prioritas ini termasuk pula, meng-upgrade prodi-prodi D3 menjadi D4 yang sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Wikan kemudian menguraikan kebijakan yang bersumber pada hasil kajian dan FGD mendalam dengan berbagai pihak serta stakeholder terkait mengenai kualifikasi SDM yang dibutuhkan dunia kerja di masa depan.

Merujuk pada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor I78Nl2001Tahun 2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi pasal 11 Ayat 1, lulusan Diploma-4 bergelar Sarjana Terapan. Kualifikasi lulusan perguruan tinggi vokasi program Diploma-4 setara dengan Sarjana Strata-1 (S-1), baik lulusan dari Politeknik, Universitas, Sekolah Tinggi, maupun Akademi.

Program Diploma-4 dibentuk dengan tujuan menciptakan SDM terampil, berkualifikasi, dan berkompetensi agar mampu berperan penting dalam pembangunan serta memberikan nilai tambah pada dunia kerja dengan fokus pengembangan softskill (complex problem solving, critical thinking, creativity people management, communication, cognitive flexibility, etc.) dan hardskill (kemampuan teknis sesuai dengan bidang yang dipelajari).

Bidang keilmuan prodi D-4 bersifat lebih spesifik, dengan komposisi kurikulum terdiri dari 144 Sistem Kredit Semester (SKS), sama dengan jumlah SKS prodi S-1 (Akademik). Kurikulum Prodi D-4 memadukan softskills dan hardskills yang seimbang dengan proporsi pembelajaran 60% pralktek dan 40% teori, serta magang kerja di Industri dan dunia kerja minimal selama 1 semester. Penguasaan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerjasama merupakan bagian dari penguatan karakter dan integritas.

Beberapa prodi D-4, diantaranya yaitu: Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Perpajakan, Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis, Manajemen dan Penilaian Properti, Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan, Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Grafika dan Penerbitan, Teknik Mutimedia dan Jaringan, Agribisnis Pangan, Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Teknik Perancangan Irigasi dan Rawa, Bisnis dan Pengembangan Destinasi Pariwisata, Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerj4 Teknik Pengolahan Limbah, Teknik Desain dan Manufaktur, Teknik Multimedia Kreatif, Administrasi Bisnis Internasional, Manajemen Bisnis Pariwisata, Pengembangan Produk Agro, Manajemen Informasi Kesehatan, Teknik Pengelolaan dan Pemelihataan Alat Berat, dan sebagainya.

Lebih lanjut, sebagai contoh, Mata Kuliah Teori "Sistem Kendali dan Otomasi ", pada prodi D-4 Teknologi Instrumentasi dan Kontrol, akan disertai dengan mata kuliah prakteknya dengan proporsi jam pertemuan yang jauh lebih banyak dari pada kuliah teori di kelas. Durasi praktek di laboratorium/workshop/bengkel/sanggar/ dan sebagainya.

"Yang bisa mencapai 40 jam hingga 80 jam per semester untuk setiap mata kuliah, diharapkan akan membuat mahasiswa bekerja secara teamwork, untuk menerapkan ilmu mereka untuk menyelesaikan tantangan nyata dari industri dan dunia kerja," terangnya.

Dalam rangka meng-upgrade D-3 menjadi D-4 (Sarjana Terapan), syarat utamanya harus dilakukan bersama Dunia Industri dan Dunia Usaha, dengan skema link and match diantaranya, adalah kurikulum yang disusun bersama dan berstandar DIIDI, sertifikasi kompetensi dosen, dan peserta didik yang sesuai standar dan kebutuhan DUDI, project-based learning, serta menghadirkan ahli dari industri secara rutin untuk mengajar.

Mengingat kebutuhan dunia kerja adalah pemimpin-pemimpin di lapangan, maka lulusan D-4 disiapkan untuk menjadi supervisor di lapangan dengan leadership yang tinggi, atau desainer produk/komponen yang solutif dan praktis di dunia kerja.

Di samping menerima ijazah dan transkrip, lulusan D-4 memiliki Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Lulus Magang, serta Portofolio project-based learning yang relevan.

"Tugas Akhir atau Skripsi mahasiswa D-4, ditarget untuk menghasilkan produk nyata sebagai solusi yang berangkat dari permasalahan nyata di lapangan atau industri," katanya.

SDM Lulusan D-4, apabila sudah bekerja, tidak akan membagi waktunya lagi untuk meneruskan studi lanjut S-1, yang memungkinkan mereka harus berhenti bekerja di tengah jalan.

"Dengan pengembangan program Diploma-4 (Sarjana Terapan) tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi berharap bahwa SDM lulusan Diploma-4 dapat memenuhi standar dan kebutuhan dunia kerja, dan agar menjadi salah satu pertimbangan dan pilihan dalam perekrutan SDM/pegawai/staf di lingkungan perusahaan/industri/instansi," kata Wikan.