Disney Rekrut ART dan Tawarkan Bonus Rp14,3 Juta
Walt Disney merekrut karyawan baru setelah beberapa bulan lalu merumahkan sekitar 32.000 karyawan. Bonus US$1.000 tersebut setara dengan Rp14,3 juta dengan asumsi nilai tukar Rp14.300 per dolar AS.
Calon penumpang melakukan rapid test antigen di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (18/12/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) menyediakan layanan tes Covid-19 di Bandara Soetta guna memudahkan calon penumpang dalam melakukan perjalanan udara dengan tetap memenuhi protokol kesehatan./JIBI-Bisnis.com-Eusebio Chrysnamurti
Harianjogja.com, JAKARTA – Saat ini tersedia berbagai metode tes virus Covid-19 yang bisa Anda gunakan sesuai kebutuhan. Ketiga alat tes virus Corona tersebut, yakni rapid test antibodi, rapid test antigen, dan test usap (swab test) atau polymerase chain reaction (PCR).
Baru-baru ini, tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) bahkan kini memperkenalkan alat baru yang telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan, yakni GeNose.
Alat tes buatan Indonesia ini per unitnya diperkirakan mampu melakukan 120 kali pemeriksaan per hari. Salah seorang peneliti Kuwat Triyana mengatakan biaya tes deteksi Covid-19 menggunakan GeNose C19 cukup murah, yaitu sekitar Rp15.000 - Rp25.000.
Lantas bagaimana cara ketiga alat test Covid-19 tersebut? Berikut perbedaan antara rapid test antigen, PCR, dan GeNose:
1. Rapid test antigen
Metode tes cepat antigen atau rapid test antigen memiliki target deteksi materi genetik/protein spesifik dari virus tersebut dalam tubuh seseorang.
Adapun, sampel yang diambil berasal dari swab nasal/nasaforing sesuai dengan jenis kit antigen yang digunakan. Hasil dari tes ini bisa diketahui sekitar 30 menit setelah tes dilakukan. Rapid test antigen atau swab antigen ini memiliki tingkat akurasi 70 hingga 90 persen dengan harga yang terjangkau dibandingkan PCR.

2. Tes Usap/Swab/PCR
Metode swab test atau PCR memiliki target deteksi materi genetic (DNA dan RNA) dari virus SARS-COV-2.
Sampel yang diambil adalah swab nasaforing dan swab tenggorok/orofaring. Hasil dari tes ini bisa didapatkan sekitar 1-2 hari setelah sampel diterima di laboratorium. Tes PCR memiliki tingkat akurasi tinggi dalam mendeteksi virus karena langsung mendeteksi keberadaan virus dan tak perlu diulang.

3. GeNose C19
Salah satu anggota Tim Pengembang GeNose Dian Kesumapramudya Nurputra mengungkapkan GeNose mengidentifikasi virus corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC).
Tim ahli Universitas Gadjah Mada ini mengatakan VOC terbentuk lantaran adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas. Menurutnya, pemeriksaan menggunakan GeNose akan terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus. Metode ini berbeda dengan PCR maupun rapid test antigen.
Sensor-sensor dalam tabung itu lalu bekerja mendeteksi VOC. Kemudian, data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil dalam waktu kurang dari 2 menit dengan tingkat akurasi 97 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Walt Disney merekrut karyawan baru setelah beberapa bulan lalu merumahkan sekitar 32.000 karyawan. Bonus US$1.000 tersebut setara dengan Rp14,3 juta dengan asumsi nilai tukar Rp14.300 per dolar AS.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.