Advertisement
Ini Perbedaan Rapid Test Antigen, PCR, dan GeNose
Calon penumpang melakukan rapid test antigen di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (18/12/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) menyediakan layanan tes Covid-19 di Bandara Soetta guna memudahkan calon penumpang dalam melakukan perjalanan udara dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. - JIBI/Bisnis.com/Eusebio Chrysnamurti
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Saat ini tersedia berbagai metode tes virus Covid-19 yang bisa Anda gunakan sesuai kebutuhan. Ketiga alat tes virus Corona tersebut, yakni rapid test antibodi, rapid test antigen, dan test usap (swab test) atau polymerase chain reaction (PCR).
Baru-baru ini, tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) bahkan kini memperkenalkan alat baru yang telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan, yakni GeNose.
Advertisement
Alat tes buatan Indonesia ini per unitnya diperkirakan mampu melakukan 120 kali pemeriksaan per hari. Salah seorang peneliti Kuwat Triyana mengatakan biaya tes deteksi Covid-19 menggunakan GeNose C19 cukup murah, yaitu sekitar Rp15.000 - Rp25.000.
Lantas bagaimana cara ketiga alat test Covid-19 tersebut? Berikut perbedaan antara rapid test antigen, PCR, dan GeNose:
1. Rapid test antigen
Metode tes cepat antigen atau rapid test antigen memiliki target deteksi materi genetik/protein spesifik dari virus tersebut dalam tubuh seseorang.
Adapun, sampel yang diambil berasal dari swab nasal/nasaforing sesuai dengan jenis kit antigen yang digunakan. Hasil dari tes ini bisa diketahui sekitar 30 menit setelah tes dilakukan. Rapid test antigen atau swab antigen ini memiliki tingkat akurasi 70 hingga 90 persen dengan harga yang terjangkau dibandingkan PCR.

2. Tes Usap/Swab/PCR
Metode swab test atau PCR memiliki target deteksi materi genetic (DNA dan RNA) dari virus SARS-COV-2.
Sampel yang diambil adalah swab nasaforing dan swab tenggorok/orofaring. Hasil dari tes ini bisa didapatkan sekitar 1-2 hari setelah sampel diterima di laboratorium. Tes PCR memiliki tingkat akurasi tinggi dalam mendeteksi virus karena langsung mendeteksi keberadaan virus dan tak perlu diulang.

3. GeNose C19
Salah satu anggota Tim Pengembang GeNose Dian Kesumapramudya Nurputra mengungkapkan GeNose mengidentifikasi virus corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC).
Tim ahli Universitas Gadjah Mada ini mengatakan VOC terbentuk lantaran adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas. Menurutnya, pemeriksaan menggunakan GeNose akan terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus. Metode ini berbeda dengan PCR maupun rapid test antigen.
Sensor-sensor dalam tabung itu lalu bekerja mendeteksi VOC. Kemudian, data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil dalam waktu kurang dari 2 menit dengan tingkat akurasi 97 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Hari Ini, UBS dan Galeri24 Anjlok, Antam Stabil
- Lonjakan Arus Balik, Akses ke GT Purwomartani Dipadati Kendaraan
- Arus Balik di Pati Terkendali, Polisi Intensif Patroli
- Klaim-klaim AS Soal Iran Disebut Hoaks, Hanya untuk Tenangkan Pasar
- Polisi Pastikan Kasus Wanita Lompat di Mal Medan Selesai
- Hari Kedua Arus Balik, Tol Jogja Solo GT Purwomartani Padat Sejak Pagi
- Kasus Kuota Haji, KPK Pastikan Yaqut Masih Dirawat
Advertisement
Advertisement








