Andi Arief Minta Menkopolhukam Jangan Dengar Bisikan "Jenderal Tua", Mahfud MD Beri Jawaban Menohok

Mantan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief (tengah) bergegas saat akan menjalani proses rehabilitasi di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta, Rabu (6/3/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar
01 Januari 2021 20:37 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan politisi Demokrat, Andi Arief, saling berbalas sindiran di twitter.

Peristiwa itu bermula ketika Andi Arief lewat akunnya @Andiarief_ meminta Mahfud untuk mendengar suara masyarakat sipil yang tak pernah menjerumuskan.

Namun disela-sela cuitannya itu, dia menyelipkan sindiran supaya Mahfud tak mendengarkan pandangan-padangan dari 'jenderal tua' yang sudah terbukti menyesatkan dan melanggar hak asasi manusia (HAM).

"Mudah-mudahan Prof Mahfud MD mau berdiskusi dan mendengarkan civil society yang pasti tak menjerumuskan, ketimbang mendengar pandangan-pandangan yang bisa menyesatkan dari jendral tua yang sudah terbukti menyesatkan dan melanggar HAM," demikian cuit @Andiarief_ yang dikutip, Jumat (1/1/2021).

Rupanya cuitan Andi Arief itu langsung direspons oleh Mahfud MD. Dengan bahasa yang santai Mahfud justru menanyakan istilah jenderal tua yang dipakai politisi asal Lampung itu.

Menurut Mahfud, dia sering berdiskusi dengan banyak jenderal senior mulai dari Susilo Bambang Yudhoyono, Prabowo, Luhut Pandjaitan, hingga Tri Sutrisno.

"2 hari lalu saya malah dapat kartu greeting dari Pak SBY yang berlatar foto alam yg sangat indah hasil potretan Almarhum Bu Ani SBY. Hormat untuk Pak SBY," kata Mahfud.

Mahfud sendiri dalam dua hari terakhir menjadi sorotan publik, setelah pemerintah membubarkan dan melarang semua simbol terkait FPI. 

Selain Andi Arief, kritik sebelumnya disampaikan oleh Fahri Hamzah. Fahri bahkan mendorong untuk membawa peristiwa politik itu ke DPR.

Sumber : Bisnis.com