Jurangombo Nol Kasus Positif Covid-19, Ini Kuncinya

Walikota Magelang, Sigit Widyonindito menyapa warga dalam acara Mlaku-mlaku Tilik Kampung di Jurangombo Utara, Selasa (10/11/2020). - Ist/ Dok Prokompim Pemkot Magelang
11 November 2020 03:17 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG - Sebuah kampung di Kota Magelang hingga saat ini berhasil memertahankan sebagai wilayah yang belum ditemukan kasus positif Covid-19. Disiplin potokol kesehatan (prokes) menjadi kuncinya.

Wilayah tersebut adalah Kelurahan Jurangombo Utara, Magelang Selatan, yang saat ini menjadi satu-satunya wilayah di Kota Magelang yang belum ditemukan kasus positif Covid-19. Hingga Selasa (10/11/2020) di Kelurahan Jurangombo Utara hanya terdapat 11 kasus suspek yang seluruhnya sudah dinyatakan discarded sembuh.

Apa kuncinya? Lurah Jurangombo Utara, Sumijan memaparkannya di hadapan Walikota Magelang, beserta jajaran di sela Mlaku-mlaku Tilik Kampung di Jurangombo Utara, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Pemerintah Pastikan Vaksin Covid-19 Lalui Tahapan Uji Praklinis & Aman Bagi Manusia

"Kondisi ini dipengaruhi ketatnya pengawasan protokol kesehatan yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Magelang, dan Satgas Jogo Tonggo tingkat RW," jelasnya.

Jajarannya juga intens memberikan sosialisasi, menindaklanjuti arahan dari Walikota Magelang untuk memastikan tidak ada tamu yang bermalam dari luar daerah, terutama zona merah. Selain itu, sosialisasi penerapan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun (3M) juga intens digelar.

Dalam upaya menyosialisasikan prokes, pihaknya bahkan aktif mendatangi warga. "Aktif pendekatan ke warga dengan memberi penjelasan secara door to door. Untuk menjaga masing-masing lingkungan dengan protokol kesehatan," ujarnya.

Walikota Magelang, Sigit Widyonindito mengungkapkan budaya gotong-royong dan disiplin masih menjadi strategi terbaik mencegah penyebaran virus corona. Ia mengapresiasi kinerja Satgas Jogo Tonggo Jurangombo Utara karena sampai delapan bulan ini, mampu mempertahankan zero Covid-19.

Baca juga: Ketersediaan Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di Gunungkidul Masih Mencukupi

Meski demikian, ia berharap warga tidak terlena. "Meski zero, tapi jangan sampai terlena. Semua harus "gemregah", punya tanggung jawab, jangan lupa untuk terus mengingatkan. Maka dari itu, kami berikan bantuan 1 thermo gun dan 2 hand sprayer di tiap-tiap RW di Kota Magelang, termasuk di Jurangombo Utara ini," ujarnya.

Pada kesempatan itu juga diberikan bantuan 101 paket sembako yang berisi beras 20 kilogram, 2 kilogram telur, 1 dus mi instan, kecap, minyak, dan lainnya. Penyaluran sengaja dilakukan secara door to door di sela kegiatan Mlaku-mlaku Tilik Kampung agar prinsip menjaga jarak dapat diterapkan.

"Strategi kunci memutus mata rantai Covid-19 adalah kedisiplinan dan kepatuhan, juga pola hidup bersih dan sehat. Contohnya di Jurangombo Utara ini, lingkungannya bersih, masyarakatnya guyub, gotong-royong. Hampir setiap rumah menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun. Kita melihat betapa seriusnya masyarakat mencegah penyebaran virus corona," jelasnya.

Dia pun berharap, kelurahan dan lingkungan lain dapat mencontoh strategi yang diterapkan Jurangombo Utara. Pemkot Magelang, menurut Sigit, selalu responsif memberikan bantuan kepada warganya di tengah pandemi Covid-19.

"Yang disalurkan sudah banyak, menjadi perhatian pemerintah kepada rakyat kita, baik itu JPS, JPE, PKH, BPMT, BPNT, BST, dan dari APBD Kota Magelang sendiri. Kemudian padat karya dan lain sebagainya. Harapanya, masyarakat bisa tetap sejahtera, meski masih merasakan dampak pandemi Covid-19," katanya. (*)