Pemerintah Pastikan Vaksin Covid-19 Lalui Tahapan Uji Praklinis & Aman Bagi Manusia

Sebuah botol kecil berlabel Vaksin diletakkan di dekat jarum suntik medis di depan tulisan Coronavirus Covid-19" pada (10/4/2020). - Antara\\r\\n
10 November 2020 20:37 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah memastikan vaksin Covid-19 aman bagi manusia karena telah melalui tahapan uji praklinis dan klinis. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita mengatakan bahwa pada prinsipnya vaksin tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

“Apabila seseorang divaksinasi, vaksin yang masuk ke dalam tubuh akan menstimulasi imunitas tubuh dan pemerintah memastikan bahwa vaksin Covid-19 ini aman digunakan oleh manusia karena harus melalui tahapan praklinis dan klinis,” jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/11/2020).

BACA JUGA : Soal Vaksinasi Covid-19 di Jogja, Ini Kata Sultan 

Hal itu diisampaikannya karena hasil survey Lembaga Populi Center mengenai penerimaan masyarakat terhadap rencana penggunaan vaksin Covid-19 menunjukkan, sebanyak 60 persen masyarakat mengaku bakal bersedia menggunakan vaksin dari pemerintah, sedangkan sisanya menolak divaksinasi.

Mereka yang menyatakan enggan divaksinasi Covid-19 karena takut memberikan efek samping yang buruk bagi kesehatan hingga takut tetular.

Terpisah, Uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 oleh Bio Farma di Bandung dilaporkan terus berjalan. Untuk mengetahui efikasi vaksin, masih diperlukan data perubahan pada sampel darah dari para relawan.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Kusnandi Rusmil menyebutkan di Bandung 1.620 subjek sudah selesai disuntik. Tinggal diikuti perkembangan kondisinya setelah penyuntikan.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Vaksinasi Covid Dimulai November 

“Jadi dia itu sebelum disuntik kan diambil darahnya, sebulan akan diambil lagi, 3 bulan dan 6 bulan akan diambil lagi untuk evaluasi kadar imun, keamanan vaksin, dan efikasi vaksin,” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad ini pada dialog produktif KPCPEN, Selasa (10/11/2020).

Kusnandi menjelaskan di antara 1.620 relawan ada yang diberi plasebo. Nantinya, kondisi antara yang diberi vaksin dan yang diberi plasebo akan dibandingkan perbedanya.

“Tapi untuk menemukan efikasi memang sampel harus diambil dari beberapa tempat. Jadi tetap harus menunggu hasil uji klinis di Brasil, Uni Emirat Arab, dan India, yang dilakukan bersama-sama,” jelasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia