Doni Monardo: Mereka yang Abai Protokol Kesehatan & Sebabkan Korban Jiwa Akan Diminta Pertanggungjawaban di Dunia & Akhirat

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo. - Istimewa
10 Oktober 2020 10:47 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo prihatin dengan demonstrasi yang terjadi di beberapa kota besar, termasuk Ibu Kota DKI Jakarta, di tengah wabah Covid-19.

“Ingat, mereka yang mengabaikan protokol kesehatan sehingga menimbulkan korban jiwa bukan hanya dimintai pertanggungjawaban di dunia, tetapi juga di akhirat,” kata Doni dengan kalimat yang jelas dan tegas dalam bincang-bincang khusus  Media Bertanya, Doni Monardo Menjawab di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Jumat (9/10/2020) sore.

Perwira tinggi TNI AD bintang tiga yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menyebutkan data dari beberapa kepolisian daerah yang melakukan pemeriksaan rapid test terhadap pendemo menemukan ada pendemo yang reaktif Covid-19. Selain itu, lanjut Doni Monardo, ada juga kepolisian daerah yang melakukan pemeriksaan dengan swab antigen hasilnya positif Covid-19. Namun ia tidak menyebutkan angka pasti pendemo yang terpapar virus corona.

"Ini harus disampaikan kepada publik agar menghindari aktivitas berkerumun, hindari yang menyebabkan mengancam keselamatan diri sendiri, apalagi orang lain," papar Doni Monardo yang sore itu ditemani wartawan senior Suryopratomo.

Doni Monardo menekankan orang yang berbahaya bukan pasien Covid-19 yang sudah sembuh, melainkan orang positif yang belum melakukan pemeriksaan atau yang biasa disebut orang tanpa gejala (OTG).

Begitu tiba di rumah seusai aktivitas di luar, termasuk demo, tanpa sengaja OTG ini dapat menulari keluarga terdekat lain, terutama orang tua yang memiliki penyakit penyerta (komorbid). Seperti diketahui kaum lansia dan komorbid sangat rentan tertular virus corona.

Doni Monardo - yang baru saja melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi, Papua, dan Bali - berpesan agar seluruh komponen masyarakat dan keluarga bisa saling menguatkan dan mengajak orang lain disiplin menjalankan protokol kesehatan.