Kubu Jokowi Sebut Imbauan Prabowo Tak Didengar Sebagian Pendukungnya, Ini Buktinya

Suasana pembacaan materi gugatan dalam sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019)./JIBI - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
16 Juni 2019 01:37 WIB Lalu Rahadian News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Imbauan capres Prabowo Subianto dinilai tak lagi didengar pendukungnya. 

Kedatangan sejumlah orang yang menggelar demonstrasi saat sidang perdana sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6/2019) ditanggapi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Anggota Tim Kuasa Hukum TKN Taufik Basari mengatakan, seharusnya tidak ada lagi massa yang menggelar demonstrasi saat sidang sengketa Pilpres 2019 berlangsung. Taufik mengingatkan bahwa calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sebagai pihak pemohon pada perkara itu sudah mengimbau pendukungnya untuk tidak turun ke jalan selama sidang berjalan.

“Sayangnya imbauan dari Pak Prabowo ini tidak didengar oleh sebagian pendukungnya, tidak diikuti oleh sebagian pendukungnya. Ada baiknya Pak Prabowo bisa mengulangi lagi imbauannya untuk lebih tegas lagi,” tutur Taufik, Sabtu (15/6/2019).

Politikus Partai NasDem itu bahkan mengusulkan Prabowo untuk selalu mengeluarkan imbauan selama proses sidang berlangsung. Imbauan berulang-ulang diperlukan agar pesan dari Prabowo didengar pendukungnya.

Imbauan Prabowo diharapkan masih didengar para pendukung Ketua Umum Partai Gerindra itu. Menurut Taufik, kedatangan massa aksi saat sidang sengketa berlangsung adalah tanggung jawab para tokoh dan elite politik, termasuk Prabowo.

“Ini kan mereka menyatakan diri sebagai pendukung, tentu kita tidak bisa lepas begitu saja, harus punya tanggung jawab. Kalau begitu saja, namanya tidak tanggung jawab,” kata Taufik.

Dikutip dari Antara, saat sidang perdana sengketa Pilpres berlangsung kemarin ada aksi yang dilakukan Gerakan Nasional Kedaulatan rakyat (GNKR) di dekat lokasi persidangan. Akan tetapi, massa aksi menyatakan diri datang bukan sebagai pendukung kandidat mana pun di Pemilu 2019.

Selain GNPF, aksi kemarin juga diikuti sejumlah elemen masyarakat seperti Front Pembela Islam (FPI), alumni gerakan 212, dan alumni mahasiswa dari beberapa universitas.

"Massa aksi yang turun untuk mengawal MK ini tidak ada hubungan dengan pasangan calon baik itu Prabowo Subianto dan Joko Widodo, masa aksi turun ke jalan karena panggilan hati atau inisiatif untuk mendampingi atau mengawal sidang MK agar sidang berjalan secara profesional," ujar koordinator aksi demonstrasi Abdullah Hehamahua seperti dikutip Antara.

Sumber : Bisnis.com