Advertisement
Tewas di Sumur Tua, Polisi Dalami Aktivitas Terakhir Remaja Ponorogo
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, PONOROGO—Kepolisian Resor Ponorogo masih mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan seorang remaja berusia 14 tahun, Adi Saputra, warga Bulu Lor, Kecamatan Jambon, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur tua yang tertutup dan berjarak tak jauh dari rumahnya. Hingga kini, alasan korban berada di lokasi tersebut serta kondisi korban saat terjatuh masih menjadi fokus utama penyelidikan.
Jenazah Adi Saputra sebelumnya ditemukan warga pada Senin (9/2/2026) pagi di sebuah sumur tua dengan kedalaman sekitar 30 meter. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan sebelum jasad korban dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Harjono Ponorogo untuk menjalani autopsi.
Advertisement
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengatakan jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan beberapa barang bukti guna mengungkap petunjuk di balik peristiwa tersebut. Autopsi terhadap korban dilakukan selama beberapa jam oleh tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.
“Tim forensik kami datangkan untuk mengetahui apakah korban ini jatuh ke sumur dalam keadaan meninggal atau masih hidup, termasuk menelusuri dugaan penyebab korban berada di area sumur tersebut,” ujar Andin, Selasa (10/2/2026).
BACA JUGA
Menurut Andin, hingga saat ini penyidik masih terus meminta keterangan dari sejumlah pihak yang diduga sempat berinteraksi dengan korban sebelum kejadian tragis itu terjadi. Pihak-pihak tersebut meliputi sekolah tempat korban mengenyam pendidikan, anggota keluarga, serta saksi yang pertama kali menemukan jasad korban.
Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit telepon genggam yang ditemukan pada pakaian korban saat proses evakuasi. Namun demikian, perangkat tersebut masih dalam proses penanganan teknis untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
“HP korban masih kami lakukan treatment untuk dibuka. Jika sudah ada hasilnya, akan kami sampaikan,” jelas Andin.
Sampai saat ini, penyebab pasti kematian Adi Saputra masih menjadi tanda tanya. Sejak dinyatakan hilang pada Jumat (6/2/2026), warga setempat melakukan pencarian secara swadaya di sejumlah lokasi, termasuk area sumur tempat korban akhirnya ditemukan. Namun, upaya pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil.
Pada hari berikutnya, warga berinisiatif melakukan Buk Buk Teng, tradisi lokal pencarian orang hilang dengan berkeliling kampung sambil memikul kentongan dan perabot rumah tangga sembari memanggil nama orang yang dicari. Dua hari setelahnya, jasad Adi akhirnya ditemukan mengapung di dalam sumur tua yang berjarak sekitar 100 meter dari kediamannya.
Kapolres Ponorogo berharap peristiwa tersebut tidak mengarah pada tindak pidana dan murni merupakan musibah yang dialami korban. Meski demikian, kepolisian tetap menunggu hasil pemeriksaan ilmiah serta pendalaman keterangan saksi sebelum menarik kesimpulan.
Hingga kini, Polres Ponorogo masih menanti hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memastikan penyebab kematian korban dan menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, jenazah Adi Saputra telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Bulu Lor. “Semoga saja nanti tidak ada suatu perbuatan tindak pidana yang terjadi dari kejadian ini,” kata Andin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Wisatawan Nekat Terobos TPR Parangtritis demi Hindari Tiket Masuk
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
Advertisement
Advertisement






