Advertisement
Kemenhub Siapkan Pengemudi Aman untuk Lebaran 2026
Arus mudik Lebaran. - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat keselamatan angkutan pariwisata menjelang angkutan libur Lebaran 2026 melalui peningkatan kompetensi pengemudi guna memastikan perjalanan aman, tertib, dan berkeselamatan bagi masyarakat.
Penguatan keselamatan angkutan pariwisata tersebut diwujudkan melalui bimbingan teknis (bimtek) Safety and Defensive Driving yang digelar di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan, Bogor, Jawa Barat.
Advertisement
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kemenhub Yusuf Nugroho menekankan pentingnya pelatihan safety driving bagi pengemudi guna meningkatkan aspek keselamatan dalam industri angkutan orang.
“Ini komitmen kita bersama untuk meningkatkan kualitas layanan keselamatan industri angkutan orang yang berkeselamatan," kata Yusuf dalam bimbingan teknis (bimtek) Safety and Defensive Driving Pengemudi Angkutan Pariwisata di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan, Bogor, Jawa Barat, sebagaimana keterangan di Jakarta, Senin (9/2/2026).
BACA JUGA
Menurut Yusuf, peningkatan kompetensi pengemudi menjadi kunci pelayanan angkutan pariwisata yang aman dan nyaman, terutama menjelang periode angkutan Lebaran 2026 yang diprediksi meningkatkan mobilitas masyarakat.
Bimtek itu diikuti 63 pengemudi yang tergabung dalam Persatuan Transportasi Wisata Indonesia (PTWI).
Para peserta menerima materi komprehensif, mulai dari identifikasi risiko untuk mencegah kecelakaan berulang, teknologi kendaraan, pemeriksaan kendaraan (pre trip inspection), hingga teknik defensive driving.
"Karena kita menyadari potensi risiko kecelakaan dan kejadian yang melibatkan kendaraan angkutan orang dapat berdampak serius terhadap masyarakat sebagai pengguna jalan dan operasional perusahaan angkutan orang,” ujar Yusuf.
Ia menilai peningkatan kompetensi pengemudi tidak hanya berdampak pada kualitas pelayanan penumpang, tetapi juga memperkuat ekosistem usaha angkutan orang dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan angkutan pariwisata.
“Dengan ini kita bisa bersama-sama menjaga kesinambungan usaha angkutan orang, mengedukasi untuk memberikan standar pelayanan terbaik. Sehingga pada akhirnya bisa mendapatkan kepercayaan dari publik untuk menggunakan jasa layanan angkutan orang,” ucapnya.
Selain pembekalan teori, peserta juga mengikuti pelatihan praktik dan simulasi untuk memperkuat keterampilan menghadapi situasi darurat di lapangan.
Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan fitur keselamatan kendaraan, penguasaan rute perjalanan, identifikasi risiko kecelakaan melalui Risk Journey Management, hingga penanganan kondisi darurat dan pemahaman regulasi.
"Kemudian penguasaan rute perjalanan, identifikasi risiko kecelakaan melalui Risk Journey Management hingga penanganan kondisi darurat dan pemahaman regulasi," papar Yusuf.
Di tempat yang sama, Ketua Umum PTWI Luther Halim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya bimtek safety driving untuk para pengemudi.
Ia berharap bimtek keselamatan angkutan pariwisata tersebut dapat menanamkan budaya keselamatan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan profesional para pengemudi.
Ketua Sub Komite Lalu Lintas Angkutan Jalan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengungkapkan bagaimana mengemudi yang berkeselamatan dan faktor terjadinya kecelakaan.
Wildan memaparkan berdasarkan investigasi KNKT terdapat tiga penyebab utama kecelakaan, yakni error by design akibat pemilihan armada atau regulasi yang keliru; error by maintenance karena kesalahan pemeliharaan kendaraan; serta error by the operation yang berkaitan dengan kondisi dan kompetensi pengemudi.
"Ke depannya bimtek safety driving diharapkan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama seluruh pihak," kata Wildan.
Penguatan keselamatan angkutan pariwisata melalui peningkatan kompetensi pengemudi tersebut diharapkan terus berlanjut dengan kolaborasi lintas pihak, seiring meningkatnya kebutuhan transportasi masyarakat saat angkutan Lebaran 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
Advertisement
Sekolah di Jogja Wajib Resik-Resik Kolektif Kelola Sampah Mandiri
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Hoaks Ridwan Kamil Sebut Jokowi Terima Uang BJB
- Bantuan Pangan Non Tunai Kini Dibatasi, Ini Keterangan Lengkapnya
- Ketua Pengadilan Negeri Depok Tersangka, MA Tolak Pendampingan
- Pertumbuhan Ekonomi DIY Diprediksi Stabil 2026
- KPK Verifikasi Aduan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi
- Jadi Tersangka Penipuan, Dirut Dana Syariah Indonesia Minta Maaf
- Dinkes Kulonprogo Ingatkan Warga Waspada Virus Nipah
Advertisement
Advertisement



