Advertisement
Kasus Pelecehan Guru ke Siswa SMA Pasar Rebo Jakarta Diduga Meluas
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kasus dugaan pelecehan guru di salah satu SMA kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, disebut tidak hanya menimpa dua siswi, tetapi berpotensi melibatkan lebih banyak korban.
Kuasa hukum salah satu korban berinisial N, Wanda Al-Fathi Akbar, mengungkapkan estimasi jumlah korban bisa lebih dari dua orang, karena selama ini sebagian siswi diduga belum berani menyampaikan pengalaman yang dialami.
Advertisement
"Yang kita dapat ada beberapa korban. Memang mungkin selama ini mereka enggak berani speak up. Estimasi mungkin lebih dari dua orang," kata Wanda di Jakarta, Selasa (9/2/2026).
Ia menjelaskan kasus dugaan pelecehan guru tersebut diduga telah berlangsung cukup lama dan sebelumnya tidak terungkap ke publik karena para korban memilih diam.
BACA JUGA
"Jadi, kasus ini diam selama ini. Ketika korban yang sekarang, yang kita tangani ini, baru bermunculan korban-korban lainnya," ujar Wanda.
Wanda memastikan laporan dugaan pelecehan guru Pasar Rebo itu telah diajukan ke Polres Metro Jakarta Timur dan saat ini masih berada pada tahap penyelidikan, dengan kemungkinan naik ke tahap penyidikan.
"Saat ini, masih tahap penyelidikan. Kemungkinan akan segera naik ke tahap penyidikan," ucap Wanda.
Selain melapor ke kepolisian, kuasa hukum juga mendatangi pihak sekolah untuk mengonfirmasi status terduga pelaku yang merupakan guru di sekolah tersebut serta meminta sekolah tidak lepas tangan dalam proses hukum.
"Ini kami bermusyawarah supaya ada solusi dari pihak sekolah. Kita meminta bahwa dengan adanya laporan dan pemberhentian terhadap oknum dua guru tadi, pihak sekolah tidak lepas tangan," jelas Wanda.
Ia menegaskan dukungan pihak sekolah sangat penting agar proses hukum berjalan transparan dan tuntas demi memberikan keadilan bagi para korban dugaan pelecehan guru di Pasar Rebo.
Sebelumnya, sejumlah siswa di sekolah tersebut menggelar demonstrasi pada Senin (9/2/2026) sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban.
Dalam aksi tersebut, para siswa membawa poster dan menyampaikan orasi yang menuntut keadilan serta transparansi penanganan kasus dugaan pelecehan guru tersebut. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara ini.
Sejumlah alumni disebut mulai berani menyuarakan pengalaman serupa dan memperkuat dugaan bahwa pelecehan telah berlangsung sejak lama.
Dugaan pelecehan dilakukan melalui pesan di grup WhatsApp yang melibatkan oknum guru. "Oknum guru itu saling chat-chat-an lewat WhatsApp. Dari situ, saling membicarakan korban dan siswa-siswa lainnya mengenai fisik," kata Wanda.
Menurut Wanda, bukti yang saat ini dimiliki kuasa hukum masih terbatas pada dugaan pelecehan verbal melalui pesan WhatsApp. Namun, terdapat informasi bahwa sejumlah korban lain diduga mengalami pelecehan fisik, meski identitasnya belum diketahui.
"Bukti yang kita pegang saat ini baru verbal, lewat WA (WhatsApp). Tapi info dari teman-teman yang lain, ada yang main fisik juga, hanya saja korbannya belum diketahui," ujar Wanda.
Pada kliennya, dugaan pelecehan disebut terjadi selama kurang lebih dua bulan terakhir. "Kalau untuk berapa pastinya, saya kurang tahu, tapi info dari siswa lebih dari dua orang, salah satunya klien kami," tutur Wanda.
Akibat dugaan pelecehan guru tersebut, korban mengalami dampak psikologis cukup berat, mulai dari trauma, rasa takut, hingga tekanan mental yang masih dirasakan hingga kini. Wanda berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi seluruh korban, serta meminta adanya pendampingan psikologis bagi para siswi agar dapat pulih dari trauma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
- KPK Panggil Mantan Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Suap Jalur Kereta
Advertisement
Pilur Sleman E-Voting Dinilai Efektif Meski Biaya Jadi Kendala
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Muffin Biji Poppy Bisa Picu Hasil Positif Palsu Tes Narkoba
- Trump Sebut Harga Minyak Bisa Turun Jika Ancaman Nuklir Iran Berakhir
- Pemkot Jogja Integrasikan Wamira dan KKMP Perkuat Distribusi Pangan
- Mobil Pajero Terjebak di Kali Kuning Jalur Lava Tour Merapi
- Tips Menjaga Ginjal Tetap Sehat Saat Puasa, Cukupi Minum 68 Gelas Air
- Perang Iran vs AS-Israel Bikin Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam
- Polres Bantul Razia Miras di Trirenggo, 60 Botol Ciu Berhasil Disita
Advertisement
Advertisement








