Advertisement
Mesra....Luhut dan Surya Paloh Makan Bareng di Wisma Nusantara
Luhut Pandjaitan dan Surya Paloh tampak sedang berbincang sembari makan siang di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2023). - Sumber: Peter F Gontha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Wakil Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Peter F Gontha mengunggah momen pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Pada unggahan tersebut, Luhut tampak sedang berbincang dengan Surya Paloh. Kedua tokoh itu berbincang sembari menyantap makan siang di sebuah tempat yang berada di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Advertisement
"Makan siang, tadi jam 12.00. Di Wisma Nusantara," ujarnya kepada Bisnis-jaringan Harianjogja.com saat dikonfirmasi, Jumat (3/2/2023).
Peter pun mengonfirmasi bahwa komunikasi antara Luhut dan Surya "intens". Salah satunya setelah keduanya bertemu di Eropa, sesuai dengan unggahan Peter sebelumnya. Dia juga mengatakan keduanya membahas banyak hal, tanpa diinfokan secara spesifik.
Pengusaha itu juga membantah apabila pertemuan antara keduanya berkaitan dengan isu reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang santer diberitakan belakangan ini. Peter justru menyebut bingung akibat pemberitaan mengenai isu reshuffle menteri-menteri dari Partai NasDem.
"Bukannya reshuffle kemarin Rabu Pon? Jadi bingung saya baca berita?," tuturnya.
Seperti diketahui, Luhut dan Surya memang tidak pernah jauh. Keduanya sama-sama sudah berada di barisan pemerintahan Presiden Jokowi sejak 2014, di mana Luhut pertama kali menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, dan partai Surya menjadi partai pemerintah.
Keduanya juga tak pernah jauh lantaran keduanya punya latar belakang dari Partai Golkar. Saat ini, Luhut menempati posisi Dewan Kehormatan Golkar, sementara itu Surya merupakan alumni dari partai berlogo pohon beringin itu.
Pada unggahan akun Instagram @petergontha, Peter mengatakan bahwa pertemuan antara kedua politisi itu merupakan hari yang khusus untuk nasionalisme dan persatuan.
"Terlepas dari persaingan para kandidat Presiden, bangsa ini senyatanya membutuhkan figur pemimpin yang bisa menjawab tantangan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi bangsa ini," ujar Peter pada akun Instagramnya.
Peter mengatakan terdapat dua cara untuk memecahkan permasalahan Indonesia saat ini. Pertama, bagaimana mengakhiri polarisasi yang semakin tajam di tengah masyarakat dan merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa yang tercabik sebagai imbas media, media sosial, dan kontestasi politik yang tak berkesudahan.
BACA JUGA: Sejumlah Jalan di Sleman Diviralkan Netizen karena Rusak, Ini Respons Bupati Kustini
Kedua, dalam waktu bersamaan bangsa ini dihadapkan pada tantangan dan tekanan ekonomi dan geopolitik global yang membutuhkan gerak langkah bersama dalam persatuan yang kuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Produk Tekstil RI Bebas Tarif ke AS, API DIY Soroti Tantangan
- Sidang Hibah Pariwisata: Harda Kiswaya Tak Masuk Grup WA
- ExxonMobil Lanjut Operasi di RI sampai 2055, Ini Penjelasan ESDM
- 19.408 KK di Kabupaten Bekasi Jalani Puasa di Tengah Banjir
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 21 Februari 2026, Lengkap Semua Stasiun
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Sabtu 21 Februari 2026
- Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jogja Sabtu 21 Februari 2026
Advertisement
Advertisement








