Advertisement
Dua Bocah Ngawi Tewas Tenggelam di Sungai Desa
Tenggelam - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, NGAWI—Nasib tragis menimpa dua bocah di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (21/2/2026) sore. Keduanya ditemukan meninggal dunia di aliran sungai desa setempat setelah sempat dicari keluarga dan warga selama beberapa jam.
Korban berinisial A (4) dan M (5) diketahui tinggal berdekatan dan sama-sama warga Desa Ngale. Keduanya sebelumnya bermain mobil-mobilan, namun tak kunjung pulang sehingga memicu kekhawatiran keluarga.
Advertisement
Kapolsek Paron AKP Muh. Nur Haris menjelaskan, kecurigaan keluarga bermula ketika kedua anak tersebut tidak kembali ke rumah hingga sore hari. Saat dilakukan pencarian, mobil mainan serta sandal milik korban ditemukan di tepi sungai desa setempat.
“Begitu ada laporan dari masyarakat, anggota Polsek Paron bersama tim dari Polres Ngawi, Inafis, tenaga kesehatan, dan perangkat desa langsung mendatangi lokasi kejadian untuk proses visum luar,” ujarnya.
BACA JUGA
Ia menerangkan, kedua bocah tersebut diduga tercebur ke sungai kecil yang merupakan anak Sungai Ngale dengan kedalaman setinggi dada orang dewasa. Kondisi tersebut membuat korban tenggelam dan tidak sempat menyelamatkan diri.
Dalam proses evakuasi, kedua korban ditemukan di aliran sungai yang sama, tetapi berjarak sekitar 100 hingga 200 meter.
“Korban ditemukan di dua titik berbeda, tetapi masih satu aliran sungai. Keduanya sudah dalam kondisi meninggal dunia saat ditemukan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil visum luar, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Jenazah kedua bocah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan tidak mengajukan permohonan autopsi. Polisi pun menegaskan tidak terdapat unsur tindak pidana dalam insiden tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara, peristiwa ini murni kecelakaan. Tidak ada unsur tindak pidana,” tegasnya.
Pihak kepolisian mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar sungai atau lokasi lain yang berpotensi membahayakan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Advertisement






