Nadeo Targetkan Indonesia Akhiri Penantian 30 Tahun Juara ASEAN Cup
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Genangan air di Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Harianjogja.com, BEKASI— Sebanyak 19.408 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, harus menjalani awal Ramadan dalam kondisi memprihatinkan setelah banjir meluas akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (19/2/2026) malam hingga Kamis.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan jumlah warga terdampak terus bertambah seiring meluasnya genangan air di sejumlah kecamatan.
“Siang tadi tercatat sekitar 17 ribu KK terdampak. Hingga malam ini, jumlahnya meningkat menjadi 19.408 KK karena banjir masih meluas,” ujar Muchlis di Cikarang, Jumat.
Berdasarkan pendataan sementara, banjir merendam sedikitnya 75 titik yang tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Dari total warga terdampak, sebanyak 94 KK atau 376 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah dan akses lingkungan mereka terendam air.
“Pendataan masih terus berjalan. Evakuasi warga serta distribusi bantuan logistik sudah dilakukan di beberapa lokasi,” katanya.
Salah satu wilayah terparah berada di Kecamatan Babelan. Genangan dengan Tinggi Muka Air (TMA) antara 20 hingga 40 sentimeter merendam Desa Hurip Jaya, Babelan Kota, Muarabakti, Kedung Pengawas, dan Buni Bakti. Di Kelurahan Kebalen, longsor dilaporkan terjadi di dua titik permukiman warga.
Dampak lebih luas tercatat di Kecamatan Tambun Utara. Banjir dengan TMA 30–100 sentimeter menggenangi Desa Satriajaya, Satria Mekar, Srijaya, Srimukti, dan Sriamur. Selain banjir, angin puting beliung menerjang Desa Srimukti, sementara longsor terjadi di Desa Karangsatria.
Kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Cikarang Utara. Ketinggian air di wilayah ini mencapai 50 hingga 170 sentimeter, merendam Desa Tanjungsari dan Karangraharja serta memutus akses jalan lingkungan, sehingga memaksa warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Banjir juga dilaporkan melanda Kecamatan Cabangbungin dengan genangan 20–40 sentimeter di Desa Jayalaksana, sedangkan Desa Setialaksana terdampak angin puting beliung. Di Kecamatan Cibitung, genangan merendam Kelurahan Wanasari, Desa Wanajaya, dan Desa Sarimukti.
Sementara di wilayah pesisir Kecamatan Muaragembong, banjir menggenangi Desa Pantai Harapan Jaya dan Bojongsari. Di bagian selatan Kabupaten Bekasi, Desa Sukamekar terendam dengan TMA 30–100 sentimeter, disertai kejadian longsor di beberapa desa seperti Sukabungah, Sukamukti, Sukaragam, dan Jayasampurna.
Hingga Jumat malam, BPBD mencatat tiga lokasi pengungsian aktif, yakni di Kantor Kecamatan Tambun Utara serta dua titik di Desa Karangraharja. Total pengungsi mencapai 376 jiwa. Selain permukiman, sekitar 1.026 hektare lahan pertanian dilaporkan terdampak banjir, yang berpotensi mengganggu produksi pangan lokal.
Penanganan bencana melibatkan BPBD Kabupaten Bekasi bersama BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI-Polri, Tagana, PMI, relawan kebencanaan, BBWS, serta PJT II. Fokus utama saat ini adalah evakuasi, pendirian tenda pengungsian, dan distribusi bantuan logistik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan pihaknya terus melakukan asesmen cepat karena potensi genangan masih dapat bertambah.
“Debit air di beberapa titik masih fluktuatif. Personel kami siagakan 24 jam, terutama di wilayah yang berdekatan dengan sungai dan tanggul,” ujarnya.
Distribusi bantuan difokuskan pada kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk makanan siap saji untuk sahur dan berbuka puasa, air bersih, selimut, serta kebutuhan bayi dan lansia.
“Selama Ramadan, kami pastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. Dapur umum sudah diaktifkan dan koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar suplai logistik tidak terputus,” kata Dodi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.