Laba Anjlok 90 Persen, Subaru Hentikan Proyek EV Internal
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Serangan udara Israel di Lebanon telah memicu migrasi massal ribuan orang yang melarikan diri ke Suriah, sebuah negara yang sudah hancur akibat bertahun-tahun konflik. – Antara/Anadolu\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat Lebanon harus menyambut momentum Ramadan dan Paskah 2026 dengan beban hidup yang semakin berat. Harga bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan menembus 300.000 pound Lebanon per liter atau sekitar Rp59.000, sementara pajak pertambahan nilai (PPN) naik menjadi 12%. Kondisi ini memicu gelombang protes dari warga yang menilai kebijakan tersebut semakin menekan kehidupan ekonomi rakyat.
Reuters melaporkan, krisis Ekonomi Lebanon Ramadan 2026 ini diperparah kebijakan pemerintah yang berdalih kenaikan pajak dan BBM diperlukan untuk mendanai lonjakan gaji pegawai publik yang disebut meningkat hingga 19 kali lipat. Meski parlemen belum sepenuhnya mengesahkan kebijakan tersebut, dampaknya sudah terasa di pasar domestik dengan laju inflasi yang kembali tak terkendali dan memukul daya beli masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah.
Ekonom Jassim Ajaka memprediksi harga berbagai komoditas pokok berpotensi naik hingga 25% akibat efek berantai dari kenaikan biaya produksi dan distribusi. Kekhawatiran serupa diungkapkan Ali Ismail, seorang pedagang yang mencemaskan lonjakan ongkos transportasi barang dari wilayah pegunungan ke pesisir dalam beberapa pekan ke depan.
Sektor pertanian pun tak luput dari tekanan. Presiden Serikat Petani, Ibrahim Tarshishi, menyebut meski cuaca hangat membantu produktivitas panen, pendapatan petani dan masyarakat tidak lagi sebanding dengan lonjakan biaya hidup. Saat ini, upah minimum di Lebanon dilaporkan hanya mampu menutup sekitar 30% dari total kebutuhan dasar satu keluarga.
Data terbaru dari World Food Programme (WFP) mencatat biaya ransum makanan standar bagi satu keluarga kini mencapai 44,2 juta pound Lebanon atau setara Rp8,3 juta. Pantauan di pasar tradisional menunjukkan harga daging dan sayuran telah naik 10% hingga 15% bahkan sebelum memasuki bulan suci.
Berdasarkan data Numbeo, ibu kota Beirut kini berada di peringkat ketujuh sebagai kota termahal di Timur Tengah. Situasi ini menjadi ironi bagi negara yang telah dilanda krisis finansial berkepanjangan sejak 2019.
Kebijakan pajak baru tersebut dinilai sejumlah pihak sebagai langkah tergesa-gesa yang justru memperlemah ketahanan ekonomi rakyat menjelang hari raya. Meski dihantam inflasi, semangat warga tetap terlihat dengan dekorasi Ramadan yang menghiasi sudut kota dan desa. Tradisi buka puasa bersama pun tetap dipertahankan sebagai simbol ketangguhan masyarakat Lebanon dalam menghadapi tekanan ekonomi dan ketidakpastian politik yang belum berakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Cristian Chivu sukses membawa Inter Milan meraih double winner Serie A dan Coppa Italia musim 2025/2026.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.