Advertisement

Setelah Serangkaian Konflik, Presiden Burkina Faso Dilaporkan Mengundurkan Diri

Newswire
Senin, 03 Oktober 2022 - 18:37 WIB
Sirojul Khafid
Setelah Serangkaian Konflik, Presiden Burkina Faso Dilaporkan Mengundurkan Diri Kerusuhan di Burkina Faso beberapa waktu lalu. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kapten Ibrahim Traore, yang menyatakan diri sebagai pemimpin militer Negara Burkina Faso di Afrika Berat, telah menerima pengunduran diri Presiden Paul-Henri Damiba. Hal ini disampaikan sejumlah pemimpin agama dan masyarakat, Minggu (2/10).

Presiden Damiba, menurut para pemimpin tersebut, mundur dari jabatannya dalam upaya mencegah kekerasan berlanjut setelah kudeta terjadi pada Jumat (7/10). Traore mengatakan ketertiban sudah dipulihkan pasca serangkaian protes terhadap kedutaan besar Prancis, juga setelah pertempuran berlangsung berhari-hari ketika kelompoknya mengudeta pemerintah.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Kami ingin menginformasikan kepada penduduk bahwa situasi sudah dikendalikan dan ketertiban sudah pulih," kata seorang perwira militer ketika menyampaikan pernyataan melalui televisi nasional, dikutip dari Antara, Senin (3/10/2022).

Traore, yang merupakan kapten Angkatan Darat, berdiri di samping perwira tersebut serta diapit oleh sejumlah tentara yang bersenjata dan mengenakan masker. Pernyataan lainnya menyebutkan bahwa Traore akan lanjut bertindak sebagai presiden sampai presiden peralihan dari kalangan sipil atau militer ditunjuk dalam pekan-pekan mendatang.

Militer mengumumkan bahwa wilayah perbatasan udara Burkina Faso sudah dibuka kembali. Pada Minggu, sebagian besar wilayah Ouagadougou berada dalam keadaan tenang.

Sebelumnya, berbagai titik di ibu kota Burkina Faso itu pada Sabtu (1/10) dilanda tembakan senjata api antarkelompok militer yang berlawanan. Militer negara itu terpecah. Banyak tentara tampaknya ingin mendapat dukungan dari Rusia ketika pengaruh kekuatan kolonial Prancis di Burkina Faso menyusut.

Kelompok Traore sebelumnya meminta massa untuk menghentikan serangan ke kedubes Prancis. Kedutaan itu dijadikan target protes setelah seorang perwira mengatakan bahwa Prancis menampung Damiba di sebuah markas militer Prancis di Burkina Faso.

Protes juga dilancarkan karena Damiba disebutkan sedang berencana melakukan serangan balasan. "Kami mengimbau Anda untuk melanjutkan berbagai kegiatan serta jangan sampai melakukan kekerasan dan vandalisme... terutama terhadap kedutaan Prancis dan markas militer Prancis," kata perwira militer itu, yang setia kepada Traore.

Advertisement

Damiba sendiri juga melakukan kudeta pada awal tahun ini --terhadap pemerintahan sipil, yang kehilangan dukungan terkait peningkatan kekerasan oleh kelompok garis keras.

Kegagalan Damiba untuk menghentikan rentetan serangan oleh kelompok-kelompok itu telah meningkatkan kemarahan di jajaran angkatan bersenjata Burkina Faso, negara yang pernah menjadi wilayah protektorat Prancis.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Sleman Inklusi Siap Wujudkan Disabilitas Unggul

Sleman
| Kamis, 08 Desember 2022, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement