Advertisement
4 Kasus Teror Hiu dalam 48 Jam di Australia, Warga Diminta Jauhi Laut
Penampakan hiu paus di perairan dangkal. ANTARA - HO/KKP
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pesisir New South Wales (NSW), Australia, dilanda gelombang serangan hiu dalam beberapa hari terakhir, memaksa otoritas menutup sejumlah pantai dan mengimbau masyarakat menghentikan sementara aktivitas di laut.
Korban terbaru adalah seorang peselancar berusia 39 tahun yang diserang hiu saat berselancar di perairan dekat Taman Nasional Limeburners Creek, Selasa (20/1/2026) pagi waktu setempat. Insiden terjadi di sekitar perkemahan Point Plomer, sekitar 20 kilometer di utara Port Macquarie.
Advertisement
Dalam kejadian tersebut, hiu dilaporkan menggigit papan seluncur korban. Meski demikian, korban berhasil selamat dan hanya mengalami luka goresan ringan di bagian dada dan kaki.
Menanggapi insiden ini, CEO Surf Life Saving NSW Steven Pearce mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat yang hendak beraktivitas di laut.
BACA JUGA
“Jika ada yang berencana pergi ke laut pagi ini, di mana pun sepanjang pantai utara, pikirkan kembali. Kualitas air saat ini sangat buruk dan sangat kondusif bagi aktivitas hiu banteng (bull shark),” ujar Pearce seperti dikutip dari ABC.
Otoritas setempat langsung menutup seluruh pantai dari Town Beach hingga Crescent Head. Pengawasan ketat dilakukan melalui patroli drone dan jet ski untuk mendeteksi keberadaan hiu di sepanjang pesisir.
Serangan terhadap peselancar tersebut menambah daftar insiden hiu di wilayah NSW, yang kini tercatat sebagai serangan keempat dalam rentang waktu 48 jam terakhir. Lonjakan ini diduga berkaitan erat dengan kondisi lingkungan ekstrem, termasuk hujan lebat yang menyebabkan air laut menjadi keruh.
Sebelumnya, seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun masih menjalani perawatan di rumah sakit seusai digigit hiu di perairan dekat Nielsen Park, Sydney, pada Minggu lalu.
Otoritas keselamatan pantai mendesak masyarakat untuk sementara menghindari aktivitas air, khususnya berenang atau berselancar, karena air keruh pascahujan dinilai menarik hiu banteng mendekati pesisir dan muara sungai.
Masyarakat juga diimbau untuk berenang secara berkelompok serta menghindari waktu rawan, terutama saat fajar dan senja.
Profesor Biologi Kelautan James Cook University, Jodie Rummer, menjelaskan hiu banteng merupakan predator oportunistik yang mampu beradaptasi di perairan payau hingga tawar.
“Hiu banteng cenderung masuk ke muara dan perairan keruh setelah hujan deras karena kondisi tersebut mendukung aktivitas berburu mereka,” jelasnya.
Ancaman predator air tidak hanya terjadi di New South Wales. Di Queensland, seorang pria berusia 20-an tahun dilaporkan dilarikan ke rumah sakit seusai diserang buaya di sebuah sungai di kawasan Victoria Plantation.
Sementara itu, di Tasmania, warga melaporkan kemunculan dua ekor hiu berukuran sekitar dua meter yang terlihat sangat dekat dengan area publik di Pantai Kennedia.
Pemerintah dan otoritas keselamatan Australia kini terus meningkatkan patroli dan pemantauan di sepanjang garis pantai guna mengantisipasi potensi serangan lanjutan dan menjaga keselamatan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- SIM Keliling Sleman Dibuka Lagi, Warga Bisa Perpanjang SIM A dan C
- Mudik Lebaran 2026, Gunungkidul Siapkan Jalur Aman dan Alternatif
- Sleman Pastikan Stok Elpiji 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026
- Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 6 Maret 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
- Bus KSPN Sinar Jaya Jogja-Parangtritis dan Baron: Rute, Jadwal, Tarif
- Dana Desa Sleman Turun Signifikan, Pencairan Tahap Pertama Maret 2026
- Pemkab Bantul Dorong SPPG Ambil Bahan Baku dari UMKM Lokal
Advertisement
Advertisement









