Advertisement
BGN: Program MBG Bikin Siswa Lebih Bugar dan Aktif Belajar
Contoh menu Makan Bergizi Gratis. - dok - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak nyata di berbagai daerah. Anak-anak sekolah yang menjadi penerima manfaat terlihat lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar dan memiliki kondisi fisik yang lebih bugar dalam beraktivitas sehari-hari.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, implementasi MBG berpengaruh langsung terhadap kebugaran dan semangat siswa di sekolah.
“Dengan adanya MBG, anak-anak selalu semangat masuk sekolah. Di daerah-daerah, mereka terlihat lebih aktif belajar dan ketika beraktivitas, badannya tampak lebih kuat serta jarang sakit,” ujarnya dalam siniar yang diikuti dari Jakarta, Selasa.
Advertisement
Dadan menjelaskan, hingga saat ini Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 58 juta penerima manfaat. Sasaran program tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak usia sekolah mulai dari PAUD sampai SMA. Cakupan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh.
Meski demikian, Dadan menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah di sekolah. Peran orang tua di rumah dinilai krusial agar pemenuhan gizi anak berlangsung berkelanjutan. Tanpa pemahaman yang memadai, tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia akan sulit tercapai.
BACA JUGA
“Sering kali orang tua berpikir yang penting anak mau makan, lalu mengikuti keinginan anak, misalnya makan mi dengan nasi. Itu memang sumber energi, tetapi komposisinya tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. Karena itu, pemerintah perlu memperluas edukasi agar masyarakat memahami apa yang seharusnya dikonsumsi anak-anak pada masa pertumbuhan,” paparnya.
Ia menambahkan, pemenuhan gizi seimbang sangat ditentukan oleh komposisi makanan. Dalam satu kali makan, anak perlu memperoleh sumber energi, protein, lemak, dan serat agar angka kecukupan gizi (AKG) tubuh dapat terpenuhi secara optimal. Pemahaman ini diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga.
“Kami ingin memberikan yang terbaik dengan penggunaan anggaran yang seefektif mungkin dan menjangkau seluruh wilayah dari Sabang sampai Merauke, sehingga tidak ada yang tertinggal. Program MBG terus kami dorong agar mudah dipahami masyarakat, sehingga mereka mengerti bagaimana mendukung keberlanjutan program ini dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
Advertisement
Kemantren Gondomanan Jogja Awasi Bank Sampah Anorganik, Ini Tujuannya
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Tradisi Nyadran Dongkrak Harga Ayam Ras di Jogja
- Ketua MA Menilai OTT KPK Rusak Martabat Hakim
- Diskon 100 Persen PPN Tiket Pesawat Berlaku Maret 2026
- WHO Rilis Data, Perhimpunan Dokter Paru Ingatkan Infeksi Paru Berat
- Hoaks Ridwan Kamil Sebut Jokowi Terima Uang BJB
- Bantuan Pangan Non Tunai Kini Dibatasi, Ini Keterangan Lengkapnya
- Ketua Pengadilan Negeri Depok Tersangka, MA Tolak Pendampingan
Advertisement
Advertisement



