Advertisement
Perpres Ojol Masih Digodok, Cari Titik Adil PengemudiAplikator
Ojek online / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah masih mematangkan Peraturan Presiden (Perpres) ojek online (ojol) yang ditujukan untuk memperkuat perlindungan mitra pengemudi sekaligus menjaga keberlanjutan industri transportasi daring. Hingga kini, regulasi ojol tersebut masih berada dalam tahap pembahasan di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, proses penyusunan Perpres ojol belum rampung karena melibatkan banyak pemangku kepentingan lintas sektor. Oleh sebab itu, pemerintah memilih bersikap hati-hati agar regulasi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan seluruh pihak.
Advertisement
“Perpres ojol sekarang ini sedang dibahas di Kementerian Sekretariat Negara. Jadi nanti mungkin dari Menteri Sekretaris Negara yang akan melakukan pembaruan kepada kita,” ujar Dudy di Jakarta, Selasa.
Menurut Dudy, waktu penerbitan Perpres ojol nantinya akan ditentukan oleh Menteri Sekretaris Negara selaku koordinator pembahasan. Pemerintah, kata dia, tidak ingin tergesa-gesa karena substansi aturan ini menyangkut kepentingan jutaan mitra pengemudi ojek online serta keberlangsungan perusahaan aplikator.
BACA JUGA
“Kita ingin mengatur sebaik mungkin. Jadi kita tidak ingin terburu-buru. Karena melibatkan banyak pihak, tentu perlu waktu untuk mematangkan agar harapan teman-teman ojol bisa kita penuhi,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menyampaikan bahwa pembahasan Perpres regulasi ojek online masih terus berjalan. Pemerintah berupaya menemukan titik temu yang adil antara perlindungan hak mitra pengemudi dan kepentingan usaha perusahaan penyedia aplikasi.
Prasetyo menegaskan, semangat utama penyusunan Perpres ojol adalah memastikan mitra pengemudi dapat bekerja dengan memperoleh hak-hak yang semestinya. Namun, di sisi lain, pemerintah juga mempertimbangkan agar regulasi tersebut tidak menghambat operasional dan keberlangsungan bisnis aplikator.
Dalam rancangan yang tengah dibahas, Perpres ojol akan mengatur sektor transportasi daring, termasuk aspek perlindungan mitra pengemudi seperti jaminan sosial, jaminan kecelakaan kerja (JKK), hingga jaminan kematian (JKM). Regulasi ini juga diharapkan mampu menciptakan transparansi dalam hubungan kerja antara perusahaan aplikasi dan mitra pengemudi.
Pemerintah menyebut pembahasan Perpres ojol telah memasuki tahap akhir, meski masih terdapat sejumlah poin teknis yang perlu disepakati bersama perusahaan aplikator. Proses finalisasi ini terus dikawal agar regulasi ojek online yang diterbitkan nantinya mampu memberikan kepastian hukum sekaligus rasa keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem transportasi daring.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BGN Pecat Kepala SPPG Tanjung Kesuma Terkait Dugaan Pencabulan Anak
- YouTuber Resbob dan Bigmo Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
- ABK Penyelundup 2 Ton Sabu di Batam Divonis 5 Tahun Penjara
- Update Mudik Lebaran 2026: Masih Ada 2,37 Juta Tiket Kereta Api KAI
- Penetapan Hakim Adies Kadir Dipersoalkan, Begini Amar Putusan MKMK
Advertisement
BMKG: Hujan Sedang-Lebat Berpotensi Guyur Wilayah DIY 7-9 Maret 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemeliharaan Jaringan PLN di Sleman, Listrik Padam 13.00-16.00 WIB
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Jumat 6 Maret 2026, Ini Lokasinya
- Update Jadwal KA Bandara YIA ke Stasiun Tugu Hari Ini
- Rute dan Tarif Trans Jogja 2026, Ini Jalurnya
- Prakiraan Cuaca Jogja Jumat 6 Maret 2026: Hujan Ringan Siang-Sore
- Crystal Palace Comeback, Kalahkan 10 Pemain Tottenham 3-1
- Cek Jadwal Bus DAMRI Bandara YIA 6 Maret 2026 dari Jogja dan Sleman
Advertisement
Advertisement







