Advertisement

ISIS Kini Punya Pemimpin Baru

John Andhi Oktaveri
Sabtu, 12 Maret 2022 - 08:47 WIB
Budi Cahyana
ISIS Kini Punya Pemimpin Baru Sebuah bangunan hancur seusai misi kontraterorisme yang dipimpin Amerika Serikat di Atmeh, Suriah, Kamis (3/2/2022). Pentagon mengeklaim pasukan khusus Amerika Serikat dari US Special Operation Force (SOF) berhasil melakukan misi kontraterorisme di lokasi tersebut yang menewaskan Pemimpin ISIS Abu Ibrahim al-Hashemi al-Qurayshi - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengumumkan pemimpin baru mereka adalah Abu Al-Hassan al-hashemi al-Quraish setelah pemimpin sebelumnya tewas diserang pasukan khusus Amerika Serikat (AS) pada Februari.

Kelompok ini mengeluarkan pengumuman tersebut setelah tewasnya pemimpin terdahulu mereka, Abu Ibrahim al-hashemi al-Quraishi (Abu Ibrahim) dan juru bicaranya, Abu Hamza al-Quraishi (Abu Hamza) pada bulan Februari seperti dikutip situs ABC.net.au, Jumat (11/3/2022).

Menurut laporan Pemerintah Amerika Serikat, Abu Ibrahim seorang ustaz yang juga pernah menjadi tentara semasa pemerintahan Saddam Hussein di Irak tewas di Suriah Utara bulan Februari dengan meledakkan sendiri bom yang menewaskannya.

Dia tewas bersama keluarganya dalam operasi penangkapan yang dilakukan pasukan khusus Amerika Serikat. Dia menjadi pemimpin ISIS selama hampir dua tahun.

Kematiannya merupakan pukulan keras terhadap ISIS setelah sebelumnya pemimpin ISIS yang sudah lama berkuasa yaitu Abu Bakr al-Baghdadi juga tewas dalam serangan serupa pada tahun 2019.

ISIS tidak membantah atau mengukuhkan laporan AS tersebut dan juru bicara ISIS, Abu Umar al Muhajir, dalam keterangan yang direkam kemarin mengatakan bahwa pertempuran terakhir Abu Ibrahim adalah di penjara Ghuwayran yang terletak di Provinsi Hasaka di Suriah Timur Laut.

Menurut keterangan pejabat Suriah, sedikitnya 200 tahanan dan anggota kelompok militan dan 30 tentara tewas dalam serangan ISIS terhadap penjara tersebut pada bulan Januari dalam usaha mereka untuk membebaskan anggotanya yang ditahan di sana.

Al-Quraisy bukanlah nama asli mereka tetapi berasal dari Quraisy, nama suku tempat Nabi Muhammad berasal.

ISIS mengklaim para pemimpinnya berasal dari suku ini dan "al-Quraisyi" berfungsi sebagai bagian dari nama samaran pemimpin ISIS.

“Dia telah menerima kepemimpinannya,” kata al-Muhajer tentang pemimpin baru ISIS, tanpa memberikan nama aslinya.

Advertisement

Serangan AS bulan lalu adalah yang kedua kalinya dalam tiga tahun, di mana Amerika Serikat membunuh pemimpin tertinggi ISIS.

Dalam serangan itu, seperti dikutip dari Al Jazeera, sekitar 50 pasukan operasi khusus AS mendarat dengan helikopter dan menyerang sebuah rumah di sudut Suriah yang dikuasai pemberontak, bentrok selama dua jam dengan orang-orang bersenjata.

Advertisement

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Dies Natalis Sanata Dharma ke-67, Dorong Semangat Persaudaraan

Sleman
| Senin, 03 Oktober 2022, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement