Advertisement
Washington Post PHK Sepertiga Karyawan, Krisis Media di AS Kian Dalam
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Gelombang krisis media di Amerika Serikat kembali menguat setelah surat kabar legendaris Washington Post mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang berdampak pada sekitar sepertiga total karyawannya. Langkah restrukturisasi besar-besaran ini ditempuh manajemen sebagai upaya menahan tekanan finansial yang kian menghimpit keberlangsungan perusahaan.
Pemangkasan tenaga kerja tersebut menyasar ratusan posisi di berbagai departemen strategis, termasuk kanal internasional dan olahraga. Keputusan ini menandai fase paling drastis dalam sejarah Washington Post sejak berada di bawah kepemilikan pendiri Amazon.com, Jeff Bezos.
Advertisement
Manajemen Washington Post menyatakan kebijakan ini merupakan langkah sulit namun tak terelakkan untuk memastikan masa depan perusahaan. “Washington Post mengambil sejumlah tindakan sulit namun tegas hari ini untuk masa depan kami, yang merupakan restrukturisasi signifikan di seluruh perusahaan,” tulis pernyataan resmi manajemen yang dikutip dari Reuters.
Restrukturisasi ini juga mencakup perombakan struktur organisasi yang selama ini dinilai terlalu kaku dan masih bertumpu pada model surat kabar lokal. Manajemen menilai pendekatan lama tersebut tak lagi relevan dengan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kian digital.
BACA JUGA
Editor Eksekutif Matt Murray menegaskan bahwa Washington Post membutuhkan strategi baru agar mampu bertahan di tengah perubahan industri media global. Ia mengakui fondasi lama perusahaan sudah tidak cukup kuat menopang skala operasional yang besar. Seusai sebelumnya melakukan penghematan dengan mengurangi liputan Olimpiade Musim Dingin 2026, PHK sepertiga karyawan ini menjadi puncak upaya efisiensi yang ditempuh manajemen.
Tekanan finansial Washington Post disebut semakin berat akibat penurunan tajam jumlah pembaca dan pendapatan iklan. Data Alliance for Audited Media mencatat sirkulasi harian berbayar pada 2025 hanya sekitar 97.000 eksemplar, merosot tajam dibandingkan 250.000 eksemplar pada 2020.
Kondisi tersebut membuat perusahaan yang sempat mencatat kerugian hingga US$100 juta pada 2023 ini tidak lagi mampu mempertahankan struktur ketenagakerjaan sebelumnya. Pemangkasan staf pun dipilih sebagai opsi terakhir untuk menahan laju kerugian.
Bagi kalangan jurnalis internal, kebijakan ini bahkan disebut sebagai “pembantaian”, menggambarkan dampak sosial yang besar di ruang redaksi. Fenomena ini juga mencerminkan krisis media cetak global, ketika pembaca semakin beralih ke media sosial dan platform digital sebagai sumber utama informasi.
| Indikator Krisis | Kondisi Tahun 2020 | Kondisi Tahun 2025/2026 |
| Sirkulasi Harian | 250.000 Eksemplar | 97.000 Eksemplar |
| Status Karyawan | Stabil | PHK Massal (Sepertiga Staf) |
| Kinerja Keuangan | Pertumbuhan Digital | Kerugian > US$100 Juta |
| Fokus Liputan | Global Komprehensif | Dikurangi (Termasuk Olimpiade) |
| Kepemilikan | Jeff Bezos (Amazon) | Jeff Bezos (Amazon) |
Washington Post bukan satu-satunya yang terdampak. Surat kabar besar AS lainnya, termasuk Los Angeles Times, dilaporkan menghadapi tekanan serupa. Seusai beberapa kali menawarkan paket PHK sukarela dalam beberapa tahun terakhir, Washington Post kini terpaksa menempuh pemangkasan paksa di seluruh lini demi menjaga eksistensinya sebagai salah satu pilar jurnalisme di Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa Darat M3,1 Guncang Pasaman, Getaran Terasa hingga Bukittinggi
- BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas
- BPJS Kesehatan Jelaskan Mekanisme Reaktivasi PBI JKN, Begini Caranya
- Ormas Islam Pahami Alasan Prabowo Masukkan RI ke Dewan Perdamaian
- Seleksi Sekolah Rakyat Dimulai, Kemensos Siapkan Kuota 30 Ribu Siswa
Advertisement
Kamera Trap BKSDA DIY Ungkap Jejak di Candirejo Bukan Macan
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Kuota Pupuk Subsidi Gunungkidul Capai 36.529 Ton, Naik dari Tahun Lalu
- Jorge Lorenzo Ramal Marc Marquez-Pedro Acosta Dominasi MotoGP 2027
- Sidang Hibah Pariwisata Sleman, Relawan: Tak Ada Janji Kampanye
- Persija Jakarta Rekrut Mauro Zijlstra
- BPBD Catat 129 Kejadian Bencana, Gunungkidul Siaga Sampai Maret
- Apresiasi Loyalitas Nasabah, Bank Jateng Purwokerto Bagi Hadiah BIMA
- Insiden APAR, PSS Sleman Main Tanpa Penonton di 4 Laga Kandang
Advertisement
Advertisement



