Advertisement
Kemensos Targetkan 400 Ribu Lansia Terima Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Sosial menargetkan perluasan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyasar sekitar 300 ribu hingga 400 ribu kelompok lanjut usia (lansia) serta kurang lebih 36 ribu penyandang disabilitas pada tahun ini.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan perluasan tersebut dilakukan melalui integrasi program MBG yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan layanan perlindungan sosial yang selama ini dikelola Kementerian Sosial.
Advertisement
“Sebenarnya layanan makan bergizi untuk lansia sudah berjalan di Kemensos. Sekarang kita selaraskan dengan skema MBG agar lebih terintegrasi dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” ujar Saifullah Yusuf saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Ia menyampaikan proses pendataan calon penerima manfaat saat ini masih dilakukan bersama pemerintah daerah. Pendataan tersebut bertujuan memastikan ketepatan sasaran sekaligus merumuskan mekanisme distribusi makanan yang paling efektif.
BACA JUGA
Dalam pelaksanaannya, penyediaan makanan bergizi akan dipusatkan melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selanjutnya, distribusi kepada lansia dan penyandang disabilitas akan melibatkan petugas Kementerian Sosial, tenaga perawat profesional, serta relawan sosial.
Untuk kelompok lansia, jumlah penerima manfaat akan meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang berkisar 136 ribu orang. Kemensos menargetkan angka tersebut naik menjadi 300 ribu hingga 400 ribu orang, termasuk kemungkinan menjangkau lansia yang tinggal di panti werdha.
“Angka finalnya masih menunggu hasil simulasi dan pemutakhiran data,” katanya.
Sementara itu, bagi penyandang disabilitas, program MBG ditargetkan menyentuh sekitar 36 ribu penerima manfaat dengan skema pemberian makanan bergizi dua kali sehari, yakni pada pagi dan siang hari.
Saifullah menambahkan, program serupa untuk ibu hamil akan dijalankan melalui mekanisme terpisah oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau BKKBN.
Integrasi MBG dengan layanan perlindungan sosial ini diharapkan mampu memperkuat pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan sekaligus meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan berbasis data yang akurat, sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Catat Lur, Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 22 Maret 2026
- Banyak Lakukan Kesalahan, Leo/Bagas Gagal di Orleans Master
- KORKAP Sleman Disiapkan Jadi Sistem Pengembangan Atlet
- Ular Masuk Sanggar Didik Nini Thowok, Petugas Damkar Langsung Meluncur
- Begini Cara Mendapatkan Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik
- Harga Emas Pegadaian Turun Tipis Seusai Lebaran, Ini Daftarnya
- Pemerintah Kejar Target Ekonomi 5,5% Lewat Berbagai Insentif
Advertisement
Advertisement





