Advertisement

Macan Tutul Masuk Permukiman di Bandung, Dua Warga Luka

Newswire
Kamis, 05 Februari 2026 - 11:47 WIB
Sunartono
Macan Tutul Masuk Permukiman di Bandung, Dua Warga Luka Macan Tutul Jawa - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Menlhk

Advertisement

Harianjogja.com, BANDUNG—Warga Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dihebohkan kemunculan seekor macan tutul (Panthera pardus melas) yang masuk ke kawasan permukiman pada Kamis pagi. Satwa liar ini sempat melukai dua warga setempat sebelum petugas turun tangan.

Kepala Desa Maruyung, Apen Supendi, menjelaskan bahwa laporan pertama terkait kemunculan macan tutul diterima pada pagi hari dan langsung menimbulkan kepanikan di lingkungan. Satwa tersebut berukuran besar, diperkirakan seukuran kambing dewasa.

Advertisement

“Kami menerima laporan dari warga tentang adanya macan tutul yang masuk ke wilayah perkampungan. Berdasarkan pantauan awal, ukurannya cukup besar, sekitar sebesar kambing dewasa,” kata Apen saat dikonfirmasi.

Peristiwa itu menyebabkan dua warga mengalami luka akibat cakaran dan gigitan macan tutul. Kedua korban terluka saat beraktivitas di sekitar lokasi kemunculan satwa yang dilindungi tersebut.

“Korban langsung dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis dan saat ini kondisinya sudah stabil,” tambah Apen.

Pemerintah Desa Maruyung bersama aparat keamanan setempat segera berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat guna penanganan lebih lanjut. Kepala Desa menghimbau warga tetap waspada, membatasi aktivitas di luar rumah, dan tidak mendekati lokasi terakhir satwa terlihat.

“Kami minta warga tidak mendekati lokasi dan tetap tenang agar tidak memicu agresivitas macan tutul,” ujarnya.

Hingga Kamis siang, petugas gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar permukiman. Langkah ini bertujuan mengamankan macan tutul agar tidak membahayakan warga maupun satwa itu sendiri, sekaligus meminimalkan risiko konflik manusia-satwa liar di wilayah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

UNISA Jogja Respons Dugaan Kekerasan Mahasiswa, Fokus pada Korban

UNISA Jogja Respons Dugaan Kekerasan Mahasiswa, Fokus pada Korban

Sleman
| Kamis, 05 Februari 2026, 12:47 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement