Advertisement
Kementan Perkuat AUTP Hadapi Risiko Iklim Awal 2026
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pertanian mempercepat penguatan asuransi usaha tani padi (AUTP) sebagai langkah strategis melindungi petani sekaligus menjaga kesinambungan produksi beras nasional di tengah ancaman perubahan pola hujan awal 2026.
Langkah tersebut ditegaskan seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut dinamika distribusi curah hujan pada awal 2026 masih didominasi kategori menengah di sebagian besar wilayah Indonesia, dengan sejumlah daerah berpotensi mengalami pergeseran pola hujan.
Advertisement
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa agenda swasembada pangan nasional tidak dapat hanya mengandalkan peningkatan produksi semata, tetapi harus dibarengi dengan perlindungan menyeluruh terhadap petani sebagai pelaku utama di sektor pangan.
"Perlindungan petani adalah fondasi swasembada pangan. Negara hadir untuk memastikan petani tidak menanggung risiko sendirian, sehingga mereka memiliki kepastian untuk terus menanam dan berproduksi," kata Mentan dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
AUTP dirancang sebagai instrumen mitigasi risiko untuk melindungi petani dari potensi gagal panen akibat banjir, kekeringan, maupun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), sekaligus memastikan keberlanjutan usaha tani di tingkat lapangan.
Pergeseran pola hujan di sejumlah wilayah dinilai menjadi sinyal kewaspadaan terhadap potensi gangguan produksi padi serta meningkatnya ketidakpastian usaha tani pada musim tanam mendatang.
"Kondisi tersebut memperkuat pentingnya perlindungan usaha tani sebagai bagian strategi nasional menjaga produksi pangan," ujar Mentan.
Pemerintah menegaskan perlindungan petani dilaksanakan melalui berbagai instrumen kebijakan, mulai dari stabilisasi harga gabah hingga penguatan mitigasi risiko usaha tani, guna menjaga kesinambungan produksi padi nasional.
Dari sisi teknis, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menyebut AUTP menjadi elemen penting dalam strategi pengamanan produksi pangan dari sektor hulu.
"Melalui mekanisme asuransi, risiko usaha tani dapat dikendalikan, sehingga petani tetap memiliki modal dan keberanian untuk melanjutkan musim tanam berikutnya," ujar Nur Alam.
Ia menjelaskan pendaftaran AUTP dilakukan oleh petani atau kelompok tani dengan pendampingan penyuluh pertanian melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP), agar proses pendataan hingga klaim berjalan tertib, akurat, dan transparan.
Pada 2026, keberlanjutan AUTP masih sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), mengingat belum tersedianya alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Mitigasi risiko usaha tani padi melalui AUTP ditargetkan mencakup luasan 94.036,67 hektare, dengan pembiayaan yang bersumber dari komitmen daerah.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 13 provinsi telah mengalokasikan APBD tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk mendukung AUTP, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Kementerian Pertanian terus mendorong daerah lain untuk mengikuti langkah tersebut, seiring penegasan bahwa penguatan asuransi usaha tani padi merupakan kebijakan konkret dalam memitigasi risiko iklim, melindungi petani, serta menjaga produksi padi nasional tetap berkelanjutan di tengah dinamika perubahan iklim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa Darat M3,1 Guncang Pasaman, Getaran Terasa hingga Bukittinggi
- BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas
- BPJS Kesehatan Jelaskan Mekanisme Reaktivasi PBI JKN, Begini Caranya
- Ormas Islam Pahami Alasan Prabowo Masukkan RI ke Dewan Perdamaian
- Seleksi Sekolah Rakyat Dimulai, Kemensos Siapkan Kuota 30 Ribu Siswa
Advertisement
Harga Cabai Fluktuatif, Disperindag DIY Pastikan Stok Aman
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- KPK Hadirkan Gubernur Jatim Khofifah di Sidang Korupsi Dana Hibah
- Permenkes KLB 2026 Perkuat Respons Wabah dan Krisis Kesehatan
- KPK Sebut Dugaan Pemerasan Perangkat Desa di Pati Belum Menyeluruh
- Red Notice Interpol Persempit Gerak Buron Korupsi Minyak Riza Chalid
- Ombudsman Soroti Mangkraknya Proyek Jembatan Tambaksari Semarang
- DPD Tani Merdeka Bantul Dilantik, Dorong Kemajuan Pertanian Lokal
- KPK Dalami Komunikasi Bank BJB dan Ridwan Kamil di Kasus Korupsi Iklan
Advertisement
Advertisement



