Advertisement
Belasan Rumah Tertimbun Longsor di Campakamulya Cianjur
Belasan rumah di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tertimbun longsor sehingga 36 jiwa terpaksa mengungsi.ANTARA - Ahmad Fikri.
Advertisement
Harianjogja.com, CIANJUR—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bergerak cepat menangani longsor yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Campakamulya. Longsor tersebut menyebabkan kerusakan rumah warga sekaligus memutus jalur utama penghubung antar-kecamatan.
Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, mengatakan bencana terjadi di empat desa, yakni Campakamulya, Campakawarna, Sukasirna, dan Cibanggala. Dari hasil pendataan sementara, terdapat enam titik longsor dengan dampak terparah di Desa Campakawarna.
Advertisement
“Sebanyak 15 rumah warga tertimbun material longsor, termasuk satu tempat ibadah. Tidak ada korban jiwa, namun 15 kepala keluarga atau 36 jiwa harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” ujar Iwan, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, tiga titik longsor menimpa permukiman warga, sementara tiga titik lainnya menutup badan jalan utama yang menjadi akses tercepat menuju jalan kabupaten dan provinsi di wilayah selatan Cianjur.
BACA JUGA
Ketebalan material longsor di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter, sehingga arus lalu lintas terhenti total. BPBD pun berkoordinasi dengan Dinas Permukiman dan Tata Ruang untuk menurunkan alat berat guna membuka kembali akses jalan.
“Alat berat sangat dibutuhkan karena material cukup tebal. Kami targetkan jalur utama bisa kembali dilalui sore ini agar warga tidak terisolasi dan aktivitas masyarakat bisa berjalan normal,” katanya.
Iwan menambahkan, proses evakuasi dan pembersihan dilakukan oleh petugas gabungan TNI, Polri, relawan, serta unsur pemerintah desa setempat.
Sementara itu, Camat Campakamulya, Acep Sopiandi, menyebut longsor dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari empat jam.
Menurutnya, kondisi tanah di Campakamulya memang labil sehingga rawan terjadi pergerakan tanah saat curah hujan tinggi.
“Kontur wilayah kami sangat rentan longsor. Hujan deras membuat tebing di sejumlah titik runtuh dan menimbun rumah warga serta jalan utama,” ujarnya.
Hingga Rabu siang, proses penanganan darurat masih terus berlangsung sembari memastikan keselamatan warga yang mengungsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
Advertisement
Kemantren Gondomanan Jogja Awasi Bank Sampah Anorganik, Ini Tujuannya
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- MA Proses Pemberhentian Hakim PN Depok Tersangka KPK
- Tradisi Nyadran Dongkrak Harga Ayam Ras di Jogja
- Ketua MA Menilai OTT KPK Rusak Martabat Hakim
- Diskon 100 Persen PPN Tiket Pesawat Berlaku Maret 2026
- WHO Rilis Data, Perhimpunan Dokter Paru Ingatkan Infeksi Paru Berat
- Hoaks Ridwan Kamil Sebut Jokowi Terima Uang BJB
- Bantuan Pangan Non Tunai Kini Dibatasi, Ini Keterangan Lengkapnya
Advertisement
Advertisement



