Restitusi Pajak Turun Jadi Rp198,7 Triliun, DJP Mulai Melonggarkan
Restitusi pajak hingga September 2026 turun 38,08% menjadi Rp198,7 triliun. Kemenkeu mulai melonggarkan pencairan bagi UMKM dan industri padat karya.
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Idi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Selasa (17/3/2020). /ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas.\n
Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa potret ketenagakerjaan di Indonesia saat ini memiliki potensi yang baik untuk menghadapi masa keemasan bonus demografi.
Hal tersebut berdasarkan hasil temuan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2021. Adapun, Indonesia telah memasuki era bonus demografi di mana usia produktif (15-64 tahun) mendominasi jumlah penduduk di dalam negeri. Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 memperkirakan 2021 menjadi puncak bonus demografi di Indonesia, di mana 60 tenaga kerja produktif mendukung 100 penduduk.
Hal ini didukung oleh hasil Sensus Penduduk 2020 yang mencatat terdapat 270,2 juta jiwa di Indonesia. Total penduduk didominasi oleh generasi Z (1997-2012) sebesar 27,94 persen atau 74,93 juta jiwa; milenial (1981-1996) sebesar 25,87 persen atau 69,38 juta jiwa; dan generasi X (1965-1980) sebesar 21,87 persen atau 58,65 juta jiwa.
Hal ini didukung lebih jauh lagi dengan temuan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2021. Pada survei tersebut, kontribusi tertinggi pada angkatan kerja nasional pada tahun kedua pandemi adalah milenial (24-39 tahun) sebesar 37,37 persen, dan gen X (40-55 tahun) sebesar 34,52 persen.
"Ini potensi ketika menghadapi bonus demografi," jelas Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono pada webinar Indonesian Demographic Outlook 2022, Kamis (16/12/2021).
Ateng menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 memainkan peran sentral dalam pengaruhnya terhadap produktivitas di Indonesia. Hal ini terlihat dari turunnya persentase bekerja pada penduduk usia 15 tahun ke atas (khususnya milenial dan gen X) pada saat pandemi Covid-19.
Pada Sakernas Februari 2020, angkatan kerja milenial mencapai 51 juta orang. Pada saat itu, pemerintah belum mengumumkan adanya pandemi dan situasi tanggap darurat di Indonesia. Angkatan kerja gen X juga masih mencapai angka yang tinggi yaitu 45 juta orang.
Pada Sakernas Agustus 2020, kedua kelompok umur angkatan kerja sama-sama mengalami penurunan. Namun, pada Sakernas Agustus 2021, peningkatan kembali terjadi khususnya pada kedua kelompok umur tersebut yaitu ke 48 juta orang pada kelompok milenial, dan 45 juta orang pada kelompok gen X.
"Kita ketahui Covid-19 baru masuk Indonesia tercatat pada Maret [2020]. Pada Februari, yang bekerja masih banyak. Lalu, menurun pada Agustus 2020 dan naik sedikit [lagi] pada posisi Agustus 2021. Artinya Covid-19 masih ada pengaruhnya," jelas Ateng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Restitusi pajak hingga September 2026 turun 38,08% menjadi Rp198,7 triliun. Kemenkeu mulai melonggarkan pencairan bagi UMKM dan industri padat karya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 7 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.