Advertisement
Pendidikan ABK Butuh Dukungan Semua Pihak
Penampilan Operet Timun Mas dari ABK SLB Negeri 2 Jogja yang digelar LPDK Kemuning Kembar dan Nivea di Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (5/8/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Partisipasi masyarakat dan swasta dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan sangat dibutuhkan. Termasuk dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan khusus anak berkebutuhan khusus (ABK).
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan Pemkab mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Menurutnya keterlibatan masyarakat dan swasta dalam pendidikan sangat dibutuhkan. "Hal ini karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan," katanya saat peresmian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Generasi Merdeka Sekolah Merdeka di Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Senin (6/12/2021).
Advertisement
Danang mengapresiasi dan mendukung pendirian PKBM Generasi Merdeka tersebut. Menurutnya, keberadaan PKBM ini mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tercantum dalam alinea ke empat pembukaan UUD 1945. "Kami sangat mengapresiasi berdirinya PKBM ini terlebih untuk anak-anak berkebutuhan khusus," kata Danang.
Dia berharap keberadaan PKBM Generasi Merdeka dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan. Sebab tujuan berdirinya sekolah itu untuk merangkul anak-anak berkebutuhan khusus. "Agar ABK nantinya bisa memperoleh pendidikan dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan serta diharapkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik dapat dikembangkan secara optimal disini," ujar Danang.
Anggota DPRD DIY Sadar Narimo mengatakan penyebaran Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tidak merata di DIY berdampak pada belum optimalnya sarana prasarana SLB. Termasuk mengakomodasi kebutuhan belajar para ABK. "Padahal secara konstitusi para ABK ini berhak memperoleh pendidikan yang sama dan setara. Kalau lokasi SLB jauh, maka ABK bisa masuk ke sekolah inklusi," katanya.
Sekolah inklusi adalah tempat di mana ABK dapat belajar bersama dengan anak-anak reguler lainnya. Para ABK tetap didampingi oleh guru pendamping selama kegiatan belajar mengajar. "Salah satu tujuan pendidikan inklusif ialah memberikan ruang yang sama bagi ABK untuk belajar dengan siswa non ABK lainnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
Advertisement
DPUPRKP Gunungkidul Perluas Taman Kuliner, Tambah 50 Kios Baru
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Imlek 2026, Pasar Gede Solo Berselimut Lampion
- Kemenhub Siapkan Pengemudi Aman untuk Lebaran 2026
- PSIM Jogja Tetap Tenang Meski Tiga Laga Tanpa Kemenangan
- Kasus Pelecehan Guru ke Siswa SMA Pasar Rebo Jakarta Diduga Meluas
- Penggemar K-Pop Korea Selatan Desak Standar Konser Rendah Karbon
- Kadin Dorong Magang Nasional untuk Lulusan SMK
- Khofifah Dijadwalkan Ulang Bersaksi di Kasus Dana Hibah Jatim
Advertisement
Advertisement



