Kekeringan DIY Meningkat, BPBD Siapkan Anggaran dan Bantuan Air
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
Foto ilustrasi gelombang tinggi. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Risiko keselamatan pelayaran meningkat pada 11–14 Februari 2026 seiring peringatan dini gelombang laut tinggi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ketinggian gelombang di sejumlah perairan Indonesia diprakirakan bisa mencapai hingga 4 meter.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menjelaskan dinamika angin menjadi faktor utama peningkatan tinggi gelombang. Di wilayah utara Indonesia, angin umumnya bertiup dari timur laut hingga timur dengan kecepatan 5–20 knot. Sementara di selatan, arah angin bergerak dari barat daya sampai barat laut dengan kecepatan 3–16 knot.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa bagian timur dan Samudra Pasifik utara Maluku, yang berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Gelombang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Selat Malaka bagian utara, perairan barat Kepulauan Nias, Bengkulu, Aceh, Kepulauan Mentawai, Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Flores, Laut Seram, Laut Sumbawa, Laut Banda, Laut Maluku, Laut Arafuru bagian tengah, utara dan timur, Selat Karimata bagian utara, serta Selat Makassar bagian selatan.
Untuk wilayah Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 2,5–4 meter.
BMKG mengingatkan bahwa ambang risiko berbeda pada tiap jenis kapal. Perahu nelayan berpotensi terdampak jika angin melampaui 15 knot dan gelombang lebih dari 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko ketika angin melebihi 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter, sedangkan kapal feri harus waspada apabila angin melampaui 21 knot dengan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir diminta tetap waspada dan memantau informasi cuaca maritim terkini dari BMKG,” kata Eko.
Peringatan ini menjadi bagian dari mitigasi potensi cuaca ekstrem di perairan Indonesia selama pertengahan Februari, terutama bagi aktivitas pelayaran, perikanan, dan transportasi laut yang tetap berjalan di tengah dinamika musim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.
Andre Rosiade meminta publik tak resah soal rekening Mas Botok dan menegaskan bank bekerja sesuai prosedur serta koridor hukum.
Kabut asap karhutla menyelimuti enam wilayah Sumbar akibat kiriman dari provinsi tetangga. Warga diminta memakai masker dan membatasi aktivitas luar.