Gagal Capai Target Vaksinasi, Daerah PPKM Level 3 Bertambah

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - Antara\\r\\n\\r\\n
05 Oktober 2021 09:37 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sejak 13 September lalu, pemerintah memutuskan untuk memasukkan indikator cakupan vaksinasi Covid-19 dalam evaluasi penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim kebijakan tersebut mampu meningkatkan laju vaksinasi di wilayah Jawa-Bali, khususnya vaksinasi bagi kelompok masyarakat lanjut usia atau lansia.

“Syarat minimum cakupan vaksinasi lansia untuk penurunan level PPKM dari 3 ke 2, dan 2 ke 1 yang diberlakukan sejak 13 September 2021, mampu meningkatkan kecepatan vaksinasi lansia di Jawa-Bali secara signifikan. Ini nanti yang sebenarnya, levelnya itu berubah sangat dipengaruhi oleh vaksinasi, khususnya untuk lansia,” kata Luhut dalam keterangan pers secara virtual, Senin (4/10/2021).

Luhut menyatakan penambahan syarat cakupan vaksinasi merupakan salah satu proses transisi untuk hidup bersama Covid-19.

Status PPKM daerah di Jawa-Bali, imbuhnya, dapat turun dari Level 3 ke Level 2 jika cakupan vaksinasi dosis pertama daerah tersebut mencapai 50 persen dan cakupan vaksinasi lansia 40 persen. Sedangkan untuk dapat turun dari Level 2 ke Level 1, cakupan vaksinasi dosis pertama harus mencapai 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia 60 persen.

Luhut mengungkapkan, pada penerapan PPKM Jawa-Bali periode 5-18 Oktober ini terdapat peningkatan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan dari Level 2 ke Level 3 akibat tidak terpenuhinya syarat cakupan vaksinasi untuk penerapan Level 2.

“Dalam penerapan PPKM level selama dua minggu ke depan, masih terdapat 20 kabupaten/kota yang bertahan di Level 2. [Daerah dari] Level 2 ke Level 3 itu bertambah dari 84 kabupaten/kota menjadi 107 kabupaten/kota karena mereka belum mampu meningkatkan jumlah capaian vaksinasi,” ujarnya.

Luhut juga menyampaikan bahwa situasi pandemi Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Dia menyebut kasus konfirmasi nasional turun 98 persen dan kasus konfirmasi Jawa-Bali juga menunjukkan penurunan hingga 98,7 persen dari puncaknya pada 15 Juli lalu. 

"Tingkat reproduksi efektif (Rt) di Jawa-Bali juga sudah berada di bawah satu (<1) dan khusus untuk Bali masih di angka satu,” ungkapnya.

Meskipun situasi pandemi terus membaik, tapi Luhut menegaskan bahwa pemerintah terus menggencarkan upaya 3T (testing, tracing, treatment).

“Berbagai capaian dari pengendalian pandemi tersebut tentu harus kita syukuri. Namun Wakil Presiden dalam Ratas tadi mengingatkan agar kita tetap waspada dan hati-hati. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu kembali,” ujar Luhut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia