Advertisement
Gagal Capai Target Vaksinasi, Daerah PPKM Level 3 Bertambah
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - Antara\\r\\n\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Sejak 13 September lalu, pemerintah memutuskan untuk memasukkan indikator cakupan vaksinasi Covid-19 dalam evaluasi penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim kebijakan tersebut mampu meningkatkan laju vaksinasi di wilayah Jawa-Bali, khususnya vaksinasi bagi kelompok masyarakat lanjut usia atau lansia.
Advertisement
“Syarat minimum cakupan vaksinasi lansia untuk penurunan level PPKM dari 3 ke 2, dan 2 ke 1 yang diberlakukan sejak 13 September 2021, mampu meningkatkan kecepatan vaksinasi lansia di Jawa-Bali secara signifikan. Ini nanti yang sebenarnya, levelnya itu berubah sangat dipengaruhi oleh vaksinasi, khususnya untuk lansia,” kata Luhut dalam keterangan pers secara virtual, Senin (4/10/2021).
Luhut menyatakan penambahan syarat cakupan vaksinasi merupakan salah satu proses transisi untuk hidup bersama Covid-19.
Status PPKM daerah di Jawa-Bali, imbuhnya, dapat turun dari Level 3 ke Level 2 jika cakupan vaksinasi dosis pertama daerah tersebut mencapai 50 persen dan cakupan vaksinasi lansia 40 persen. Sedangkan untuk dapat turun dari Level 2 ke Level 1, cakupan vaksinasi dosis pertama harus mencapai 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia 60 persen.
Luhut mengungkapkan, pada penerapan PPKM Jawa-Bali periode 5-18 Oktober ini terdapat peningkatan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan dari Level 2 ke Level 3 akibat tidak terpenuhinya syarat cakupan vaksinasi untuk penerapan Level 2.
“Dalam penerapan PPKM level selama dua minggu ke depan, masih terdapat 20 kabupaten/kota yang bertahan di Level 2. [Daerah dari] Level 2 ke Level 3 itu bertambah dari 84 kabupaten/kota menjadi 107 kabupaten/kota karena mereka belum mampu meningkatkan jumlah capaian vaksinasi,” ujarnya.
Luhut juga menyampaikan bahwa situasi pandemi Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Dia menyebut kasus konfirmasi nasional turun 98 persen dan kasus konfirmasi Jawa-Bali juga menunjukkan penurunan hingga 98,7 persen dari puncaknya pada 15 Juli lalu.
"Tingkat reproduksi efektif (Rt) di Jawa-Bali juga sudah berada di bawah satu (<1) dan khusus untuk Bali masih di angka satu,” ungkapnya.
Meskipun situasi pandemi terus membaik, tapi Luhut menegaskan bahwa pemerintah terus menggencarkan upaya 3T (testing, tracing, treatment).
“Berbagai capaian dari pengendalian pandemi tersebut tentu harus kita syukuri. Namun Wakil Presiden dalam Ratas tadi mengingatkan agar kita tetap waspada dan hati-hati. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu kembali,” ujar Luhut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pesawat ATR Jogja-Makassar Hilang, Ini Kronologinya
- Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak, Angkut 11 Orang
- Kalurahan Banyuraden Sleman Raih Penghargaan Desa Nasional 2025
- Pengungsi Banjir Pidie Jaya Menanti Kepastian Hunian Layak
- Bos Mossad ke AS, Konsultasi Soal Iran dan Potensi Serangan
Advertisement
Kesaksian Warga Soal Mahasiswa Tewas Ditusuk Rekan Sendiri di Bantul
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Terpuruk di Klasemen Super, Semen Padang FC Lakukan Evaluasi Total
- OKI Kecam Penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh Pejabat Israel
- Virus Varicella-Zoster Bisa Aktif Kembali, Ancaman di Usia Dewasa
- BNPB: Banjir dan Longsor Dominasi Bencana Sepekan Terakhir
- BRIN Jelaskan Penyebab Sinkhole Marak di Indonesia
- BPD DIY Serahkan Ambulans Baru untuk RSUD Prambanan
- Trump Batalkan Serangan ke Iran, Tarik Sebagian Personel dari Timteng
Advertisement
Advertisement



