Terkait Formula E, Ini Alasan Giring Tuding Anies Pembohong

Giring Ganesha menyampaikan kritiknya terhadap Anies Baswedan terkait Formula E - Youtube/Deddy Corbuzier
28 September 2021 13:57 WIB Restu Wahyuning Asih News Share :

Harianjogja.com, SOLO - Giring Ganesha mengatakan bahwa dirinya berani mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena kinerja yang tak optimal.

Menurut Giring, Anies berpura-pura Jakarta baik-baik saja untuk kepentingan pribadi sang Gubernur.

"Kenapa gue berani ngeluarin statement bahwa pak Gubernur Anies Baswedan adalah pembohong karena kita tahu bahwa dia itu berpura-pura rasa prihatin, berpura-pura bahwa Jakarta itu baik-baik saja, dengan tujuan itu nanti untuk Pilpres 2024," ucap Giring dikutip dari Podcast Deddy Corbuzier, Selasa (28/9/2021).

BACA JUGA : Giring PSI: Gubernur Anies Bukan Orang yang Bisa

Padahal menurut Giring, keadaan Jakarta saat ini sama sekali tidak baik-baik saja.

Politisi PSI itu kemudian menyinggung mengenai dana APBD DKI Jakarta yang digunakan untuk Formula E.

"Di 2019, Anies menunjuk Jakpro sebagai pengada untuk membuat Formula E. Trus di akhir 2019, dia melakukan down payment sebanyak 360 M," lanjutnya.

Menurutnya, APBD DKI Jakarta tak di-manage dengan baik oleh sang Gubernur.

Dirinya pun menyayangkan uang yang sebelumnya sudah digunakan untuk rencana diadakan Formula E sebanyak Rp 560 M. Pasalnya uang tersebut, lanjut Giring, diambil dari APBD DKI Jakarta.

"Yang bikin gue nyesek. Rp 560 M itu uang rakyat, itu APBD seratus persen ," kata Giring.

Giring kemudian mengatakan, dari 24 kota di seluruh dunia yang sudah menyelenggarakan Formula E, cuma Jakarta yang memakai komitmen fee.

BACA JUGA : Solusi Anies untuk Masyarakat yang Sudah Vaksin 

Dari informasi yang dihimpunnya, negara lain menyelenggarakan Formula E dibiayai oleh pihak swasta.

Lebih lanjut, Giring juga menyoroti kerugian yang dialami beberapa negara penyelenggara Formula E.

Ketidaksetujuan PSI terhadap Formula E dipicu karena penggunaan APBD DKI Jakarta. Terlebih, pihak penyelenggara pernah melakukan simulasi Formula E yang ternyata memberikan jawaban adanya kerugian.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia