ATSI: Penerapan MNP di Indonesia Bisa Butuh Waktu 34 Tahun
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.
Foto ilustrasi arus mudik. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Jalur arteri Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela) Jawa dinilai bisa menjadi alternatif mudik Lebaran 2026 untuk menghindari kepadatan ekstrem di jalan tol. Hal ini disampaikan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno yang menilai pemudik memiliki pilihan rute selain tol utama.
Menurut Djoko, meskipun jalan tol masih menjadi pilihan dominan saat arus mudik Lebaran, kepadatan panjang kerap sulit dihindari sehingga jalur arteri dapat memberikan durasi perjalanan yang lebih terukur pada kondisi tertentu. Jalur Pantura yang legendaris maupun Pansela yang menawarkan pemandangan indah disebut dapat menjadi opsi realistis bagi masyarakat.
"Meski jalan tol jadi pilihan utama, kepadatan ekstrem saat Lebaran sering kali tak terhindarkan. Pemudik sebenarnya punya alternatif menarik yakni Jalur Pantura yang legendaris atau Jalur Pansela yang indah," ujar Djoko, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan pada momen tertentu jalur arteri justru dapat menghindarkan pemudik dari jebakan kemacetan panjang di tol, sehingga waktu tempuh perjalanan bisa lebih terkendali. Namun demikian, kesiapan infrastruktur tetap perlu diperhatikan menjelang musim mudik tahun ini.
Djoko menyoroti sejumlah persoalan yang perlu ditangani, seperti keberadaan pasar tumpah yang masih berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di jalur arteri. Selain itu, peningkatan fasilitas dasar seperti penerangan jalan umum juga dinilai penting agar jalur Pantura aman dilalui pada malam hari.
"Penerangan jalan umumnya harus ada. Bukan hanya jalan nasional, sampai jalan kabupaten/kota juga harus ada," kata Djoko.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pengawasan titik rawan arus mudik Lebaran 2026. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) untuk meningkatkan keselamatan perjalanan serta kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat yang menjadi jalur utama pergerakan kendaraan.
Menhub menegaskan pengawasan perlu diperkuat pada sejumlah titik rawan yang berpotensi menimbulkan kepadatan maupun gangguan keselamatan selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026. Hal ini menjadi perhatian karena mobilitas masyarakat diperkirakan tetap tinggi meskipun hasil survei menunjukkan sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan Survei Angkutan Lebaran 2026, potensi pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Namun, Menhub mengingatkan angka realisasi berpotensi lebih tinggi dari hasil survei tersebut.
Ia mencontohkan realisasi pergerakan berbasis Mobile Positioning Data (MPD) pada Lebaran 2025 mencapai 154,62 juta orang, sehingga potensi pergerakan pada 2026 kemungkinan juga dapat melampaui proyeksi awal.
Dominasi penggunaan mobil pribadi dalam perjalanan mudik Lebaran juga menjadi perhatian utama pemerintah, mengingat sekitar 53 persen masyarakat memilih kendaraan pribadi sebagai moda transportasi. Mayoritas pengguna mobil pribadi tersebut menggunakan jalur tol, terutama koridor Jakarta–Cikampek yang selama ini menjadi titik kritis kemacetan setiap musim Lebaran, sehingga pemanfaatan jalur alternatif seperti Pantura dan Pansela menjadi strategi penting untuk mengurangi kepadatan lalu lintas nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.