Advertisement
Link Live Streaming Sidang Isbat Awal Ramadan 2026
Tim rukyatul hilal PC NU melakukan pemantauan "rukyatul hilal" di Balai Rukyat Bukit Condrodipo, Gresik, Jawa Timur, Kamis (14/6). Berdasarkan sidang isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Jumat, 15 Juni 2018. - ANTARA/Zabur Karuru
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Senin (17/2/2026) malam. Sidang ini menjadi penentu dimulainya ibadah puasa bagi umat Islam di Indonesia.
Sidang Isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Hasil sidang akan diumumkan secara resmi kepada publik setelah seluruh tahapan selesai dilaksanakan.
Advertisement
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menjelaskan Sidang Isbat dilakukan melalui tiga rangkaian utama. Tahapan tersebut meliputi pemaparan data hisab atau perhitungan astronomi, verifikasi hasil rukyatul hilal, serta musyawarah penetapan keputusan.
“Data posisi hilal akan dipaparkan terlebih dahulu berdasarkan perhitungan astronomi. Setelah itu, kami memverifikasi laporan rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di seluruh Indonesia,” ujar Abu Rokhmad.
BACA JUGA
Ia menegaskan, dalam penentuan awal Ramadan, Idulfitri 1 Syawal, dan Iduladha, Kementerian Agama secara konsisten mengintegrasikan metode hisab dan rukyah. Pendekatan ini, menurutnya, sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.
Abu Rokhmad mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil Sidang Isbat dan pengumuman resmi pemerintah terkait awal Ramadan 1447 Hijriah. “Keputusan yang diambil merupakan hasil musyawarah bersama dan menjadi acuan nasional,” katanya.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam Arsad Hidayat menambahkan, Kementerian Agama telah menyiapkan sejumlah ahli yang akan diterjunkan ke titik-titik rukyah yang dinilai potensial untuk mengamati hilal secara optimal.
“Para ahli akan ditempatkan di lokasi observasi bulan yang memungkinkan hilal terlihat dengan jelas,” ungkap Arsad.
Selain itu, Arsad mengungkapkan bahwa tahun ini Kementerian Agama akan menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) sebagai dasar hukum pelaksanaan Sidang Isbat. Aturan tersebut diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait landasan hukum penetapan awal Ramadan.
“PMA ini akan menjadi pijakan resmi sekaligus memperkuat transparansi pelaksanaan Sidang Isbat,” pungkasnya.
Tahapan Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan
Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah dilaksanakan melalui tiga tahapan utama sebagai berikut:
Pemaparan Data Hisab
Tim ahli Kementerian Agama menyampaikan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi sebagai landasan ilmiah awal.
Verifikasi Rukyatul Hilal
Pemerintah memverifikasi hasil pengamatan hilal dari 37 titik rukyatul hilal yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Musyawarah dan Penetapan Keputusan
Seluruh peserta sidang melakukan musyawarah untuk menetapkan keputusan akhir yang kemudian diumumkan secara resmi kepada masyarakat.
Link Live Streaming Sidang Isbat Awal Ramadan 2026
Kanal YouTube Kementerian Agama RI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Operasi Keselamatan Progo 2026 Mampu Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Gelombang 3 Meter Ancam Wisatawan Padusan Parangtritis
- Bapanas Ungkap Penyebab Harga Cabai Rawit Naik
- Konser 510 di Jogja Padukan Orkestra dan Budaya Jawa
- Marbot Masjid di Sleman Dapat BPJS Ketenagakerjaan Gratis
- Hotel 1O1 STYLE Jogja Bahas Cinta Sehat Saat Valentine
- DPR Tekankan Anggaran Pendidikan 20 Persen untuk Madrasah
- Belasan Rip Current Terdeteksi di Parangtritis hingga Pantai Depok
Advertisement
Advertisement






