Eks Menag Yaqut Minta Dibebaskan dari Dakwaan Korupsi Haji
Eks Menag Yaqut minta dibebaskan dari dakwaan korupsi kuota haji 2023-2024. Tim hukum menilai dakwaan jaksa kabur
Gunung Semeru. Istimewa
Harianjogja.com, LUMAJANG—Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan mencapai 800 meter di atas puncak pada Selasa (malam). Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau dari Pos Pengamatan setempat.
Erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 21.50 WIB dengan kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau mencapai 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hal tersebut disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Kolom abu vulkanik terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke timur dan tenggara. Arah sebaran abu ini menyesuaikan dengan kondisi angin di sekitar puncak saat erupsi berlangsung.
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 119 detik,” tuturnya.
Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru tercatat mengalami delapan kali erupsi sepanjang Selasa. Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.17 WIB, namun visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut tebal.
Saat ini, Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Sehubungan dengan kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Zona tersebut dinilai rawan terhadap potensi awan panas guguran.
Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu [pijar],” katanya.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan yang berpotensi terdampak aliran lahar seiring meningkatnya aktivitas Gunung Semeru dalam beberapa waktu terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Menag Yaqut minta dibebaskan dari dakwaan korupsi kuota haji 2023-2024. Tim hukum menilai dakwaan jaksa kabur
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 19 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru erupsi Selasa malam. Ibu berstatus Waspada, sedangkan dua lainnya Siaga.
Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 1 dan 2 rampung 100%, tetapi belum beroperasi. Simak alasan dan proses yang masih harus diselesaikan.
Prakiraan cuaca DIY Rabu 19 Agustus 2026 didominasi berawan. Kulon Progo berpotensi udara kabur dan suhu Jogja mencapai 32 derajat.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 19 Agustus 2026 hadir di Sambipitu. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.