Advertisement
Skandal Chifagate, Presiden Peru Jose Jeri Dimakzulkan
Jos Jer - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kongres Peru resmi memakzulkan Presiden Interim José Jerí pada Selasa (17/2/2026) menyusul mencuatnya skandal korupsi “Chifagate”. Keputusan ini menambah panjang daftar krisis politik yang melanda negara tersebut dalam satu dekade terakhir.
The Guardiant melaporkan, dalam sidang pleno, mayoritas anggota parlemen menyetujui pemberhentian presiden berusia 39 tahun itu dengan perolehan suara 75 berbanding 24.
Advertisement
Jerí menjadi presiden kedelapan yang lengser sejak 2016, mencerminkan ketidakstabilan politik yang terus berulang di negara Amerika Latin tersebut.
Skandal “Chifagate” dan Dugaan Korupsi
BACA JUGA
Kasus yang menyeret Jerí dikenal dengan sebutan “Chifagate”. Skandal ini mencuat setelah rekaman CCTV memperlihatkan pertemuan tertutup antara presiden dan dua pebisnis asal China, Yang Zhihua serta Ji Wu Xiaodong.
Pertemuan tersebut diduga berkaitan dengan praktik perdagangan kayu ilegal dari kawasan Amazonia. Jaksa setempat kemudian membuka penyelidikan atas dugaan jual beli pengaruh dan praktik perekrutan tidak transparan di lingkungan istana.
Seusai bukti beredar luas di publik, tekanan politik terhadap Jerí meningkat hingga berujung pada pemakzulan resmi oleh Kongres.
Ketua Sementara Kongres, Fernando Rospigliosi, menyatakan tidak bersedia mengambil alih jabatan sebagai presiden interim. Pemerintah kini berpacu dengan waktu untuk menyelenggarakan pemilihan umum pada April 2026 guna menentukan pemimpin definitif.
Situasi ini mempertegas rapuhnya sistem pemerintahan Peru, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda konflik antar-elite dan skandal korupsi.
Kejatuhan Jerí juga terjadi di tengah dinamika geopolitik antara Amerika Serikat dan China. Investasi besar perusahaan China, Cosco Shipping, di Pelabuhan Chancay sebelumnya telah menuai sorotan dari Washington.
Skandal ini berpotensi menambah tekanan terhadap hubungan bilateral Peru–China, terutama dalam konteks persaingan pengaruh ekonomi di kawasan Amerika Latin.
Seusai pemakzulan ini, masyarakat Peru berharap pemilu mendatang dapat menghadirkan stabilitas politik yang lebih permanen serta memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ketua Paguyuban Prediksi Puncak Belanja Lebaran Beringharjo pada H-3
- Menteri ESDM, Harga BBM Subsidi Tidak Akan Naik hingga Lebaran 2026
- Pelecehan Siswa SLB Belum Ada Tersangka Polresta Jogja Tunggu Psikolog
- AJI Yogyakarta Buka Posko Aduan THR Jurnalis di DIY
- Iran Klaim Sukses Luncurkan Rudal Hipersonik Operasi Janji Sejati 4
- Ahli Onkologi Ungkap Fakta Skincare yang Picu Risiko Kanker
- ASN di DIY Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
Advertisement
Advertisement









