Advertisement
Menkes Targetkan Suntik 50 Juta Dosis Vaksin Hanya 4 Pekan
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meresmikan Sentra Vaksinasi di Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (2/6/2021) pagi. - ANTARA
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menargetkan penyuntikan vaksin 50 juta dosis per bulan mulai September 2021 untuk menuntaskan target vaksinasi di Januari 2022.
"Kita memang merencanakan selesai vaksinasi satu tahun. Presiden minta kalau bisa tadinya kita lakukannya dalam waktu 15 bulan, diminta selesai dalam 12 bulan," kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers secara virtual yang dipantau dari Jakarta, Selasa (24/8/2021).
Advertisement
Sejak vaksinasi Covid-19 bergulir pada 13 Januari 2021, kata Budi, pemerintah menetapkan penyuntikan sebanyak 426 juta dosis yang ditargetkan rampung pada Januari 2022.
Menurut Budi, laju penyuntikan dosis vaksin saat ini baru mencapai angka 50 juta dosis per bulan pada 8 Juli 2021. "Jadi kita mulai 13 Januari sampai 50 juta pertama itu di 8 Juli selama 26 pekan," katanya.
Menurut Budi, pihaknya sedang berusaha menyelesaikan penyuntikan 50 juta dosis vaksin berikutnya di 31 Agustus 2021 dalam tujuh pekan.
"Jadi, 50 juta pertama selama 26 pekan, 50 juta berikutnya tujuh pekan dan kita ingin berusaha kalau bisa 50 jutanya syukur-syukur bisa tercapai enam pekan atau syukur-syukur bisa empat pekan," ujarnya.
Baca juga: Epidemiolog: Kekebalan Komunal Baru Akan Tercapai Setelah Efektivitas Vaksin Lebih dari 80 Persen
Jika laju penyuntikan 50 juta dosis vaksin dibutuhkan selama empat pekan dalam sebulan, kata Budi, maka laju penyuntikan harus mencapai 1,3 juta hingga 1,4 juta per hari.
"Tapi kalau kita bisa dapat empat pekan 50 juta, sekarang 100 juta di Agustus, kita ada September, Oktober, November, Desember itu kan ada empat bulan, kalau 4 bulan itu kita bisa capai rata-rata sebulan 50 juta dosis, kita bisa dapat 200 juta tambahan," katanya.
Jika strategi tersebut bisa dicapai, kata Budi, maka program vaksinasi yang mencapai angka 300 juta dosis atau setara 70 persen dari total 426 juta bisa tercapai pada akhir tahun.
"Kalau lihat kecepatannya 50 juta pertama 26 pekan, 50 juta berikutnya tujuh pekan, Kita lihat nanti di bulan September ini bisa enggak kita dari 100 juta naik ke 200 juta dosis," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Van Gastel: PSIM Layak Dapat Hasil Lebih Baik dari Dewa United
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
Advertisement
Advertisement








