Advertisement
Dentuman dan Kilatan Cahaya di Cianjur Bukan dari Gunung Gede
TNGGP memastikan Gunung Gede-Pangrango berstatus normal dan tidak terkait dentuman serta kilatan cahaya yang meresahkan warga Cianjur. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, CIANJUR—Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memastikan aktivitas Gunung Gede-Pangrango dalam kondisi normal dan tidak terkait dengan dentuman keras serta kilatan cahaya yang sempat meresahkan warga di wilayah Puncak, Kabupaten Cianjur, Senin malam.
Berdasarkan hasil pemantauan dan data dari Badan Geologi, PVMBG, dan Kementerian ESDM, status Gunung Gede-Pangrango masih berada pada Level I atau normal. Dengan demikian, tidak ditemukan indikasi aktivitas vulkanik yang memicu suara dentuman maupun kilatan cahaya tersebut.
Advertisement
Laporan petugas jaga menyebutkan dentuman dan cahaya kemerahan diduga berasal dari kawasan Ciloto-Puncak, Kecamatan Cipanas, dari balik perbukitan yang diperkirakan masuk wilayah Bogor. Fenomena tersebut hanya berlangsung singkat dan tidak disertai kejadian lanjutan.
Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni mengatakan dentuman dan cahaya misterius yang terjadi di kawasan Puncak Cianjur bukan disebabkan aktivitas vulkanik Gunung Gede-Pangrango.
"Hasil pengamatan dan sumber data Badan Geologi, PVMKG, dan ESDM, memastikan aktivitas Gunung Gede-Pangrango masih normal atau Level 1, sehingga tidak ada kaitan dengan suara dentuman dan kilatan cahaya pada Senin malam," katanya, Selasa 96/1/2026).
Berdasarkan laporan dari petugas jaga, dentuman dan kilatan cahaya diduga berasal dari kawasan Ciloto-Puncak, Kecamatan Cipanas, tepatnya dari balik perbukitan yang diperkirakan masuk wilayah Bogor.
Petugas menyebutkan sempat mendengar suara dentuman cukup kencang dan kilatan cahaya kemerahan, namun tidak berlangsung lama. Hanya dalam hitungan detik dan tidak ada susulan hingga pergantian hari.
"Betul terdengar suara gemuruh dan dentuman keras disusul dengan kilatan cahaya merah di langit dan bukan di kawasan taman nasional," katanya.
Seperti diberitakan warga di sejumlah kecamatan di utara Cianjur tepatnya di Kecamatan Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi sempat mendengar suara dentuman pada Senin malam sekitar pukul 22.15 WIB, sehingga berhamburan keluar rumah.
Tidak lama berselang warga melihat kilatan cahaya kemerahan di langit, sehingga mereka memilih bertahan di luar rumah cukup lama karena takut hal yang tidak diinginkan terjadi, hingga menjelang tengah malam sebagian besar warga kembali masuk ke dalam.
"Suaranya bergemuruh disertai dentuman cukup kencang, sehingga kami berlarian keluar rumah, dalam hitungan detik diikuti kilatan cahaya kemerahan di langit," kata warga Kecamatan Cipanas, Dede Sandi.
Sedangkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat dentuman keras dan kilatan cahaya kemerahan yang terjadi di wilayah utara Cianjur berkaitan dengan fenomena atmosfer dan geofisika meski belum menemukan pemicu pastinya.
Penyelidik Bumi Utama PVMBG, Supartoyo mengatakan dentuman dan cahaya kemerahan yang sempat dilihat dan dirasakan masyarakat di sejumlah kecamatan di wilayah utara Cianjur diduga dipicu fenomena energi elektromagnetik.
Pihak TNGGP mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengandalkan informasi resmi dari instansi berwenang agar tidak terpengaruh isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement






